Lampard bersumpah tak ulangi kesalahan pendahulunya soal pemain muda

id frank lampard,chelsea,liga inggris,mason mount,tammy abraham,fikayo tomori,reece james

Lampard bersumpah tak ulangi  kesalahan pendahulunya soal pemain muda

Manajer Chelsea Frank Lampard. (ANTARA/Twitter@ChelseaFC)

Jakarta (ANTARA) - Manajer Chelsea Frank Lampard bersumpah tak akan mengulangi kesalahan para pendahulunya soal keberadaan para pemain muda berbakat di timnya.

Ia ingin merawat pemain muda yang ada dan mengoptimalkan kemampuan mereka agar bisa memberi keuntungan lebih untuk Chelsea di atas lapangan ketimbang di bursa transfer semata.

"Saya percaya kepada skuat tim ini dan para pemain muda di dalamnya," kata Lampard dilansir laman resmi Chelsea, Selasa.



Lampard memberi contoh bahwa kesabaran dan kepercayaan yang diberikan kepada pemain muda dapat menghasilkan penampilan gemilang laiknya diperlihatkan Mason Mount ketika mengalahkan Tottenham Hotspur di pertandingan terakhir Liga Inggris.

"Bukan hanya Mason sebetulnya, sebab Tammy Abraham dan Fikayo Tomori juga fantastis, tetapi penampilan Mason melawan Tottenham adalah bukti mengapa Anda harus memberi kepercayaan kepada para pemain muda," katanya.

"Ia masih muda, tentu akan ada pertandingan ia kesulitan, tapi ia akan belajar menjadi lebih baik, kemudian muncul dalam pertandingan di mana ia memperlihatkan kemampuan terbaiknya," ujar Lampard menambahkan.

Menurut Lampard jika seorang manajer tak bersabar dan memberi kepercayaan, bukan tak mungkin Chelsea akan mengalami kembali nasib punya pemain muda berbakat tapi kehilangan mereka yang kemudian bersinar di klub lain.

"Jika kami tidak bersabar dan menjaga mereka, situasinya bisa berulang lagi, ada pemain kelas dunia di Chelsea saat berusia 20 atau 21 tahun, tetapi manajernya tidak menjaga mereka," ujarnya.

"Saya berada di posisi untuk merawat mereka," pungkas Lampard.



Lampard memang tak menyebut nama secara spesifik, tetapi dunia mengetahui bintang Manchester City Kevin de Bruyne dan pemain andalan Liverpool Mohamed Salah pernah berseragam Chelsea.

De Bruyne dibeli Chelsea dari KRC Genk saat masih berusia 21 tahun, namun hanya bertahan dua musim, yang satu musim di antaranya dihabiskan dengan dipinjamkan ke Werder Bremen.

Selama dua musim itu De Bruyne cuma main tiga kali sebelum akhirnya hijrah ke VfL Wolfsburg dan kini menjadi salah satu nyawa terpenting Manchester City.

Durasi yang sama juga dirasakan oleh Salah di Chelsea dengan hanya catatan 13 pertandingan sedangkan satu setengah musim lainnya dihabiskan sebagai pemain pinjaman di Fiorentina dan AS Roma.

Roma akhirnya mempermanenkan Salah, tetapi hanya semusim di sana Liverpool memboyong legiun Mesir itu yang kini menjadi salah satu mesin gol utama pemuncak klasemen Liga Inggris tersebut.

Pernyataan Lampard juga bisa dianggap sebagai "kritik" terhadap Jose Mourinho yang dalam periode tersebut tengah menangani Chelsea dan cenderung menyia-nyiakan De Bruyne serta Salah.

 
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar