Gubernur Sumsel bantu warga kehabisan ongkos pulang saat berobat di Palembang

id gubernur, ongkos,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palembang, antara hari ini, palembang hari ini

Gubernur Sumsel bantu warga kehabisan ongkos pulang saat berobat di Palembang

Warga nunggu Gubernur Sumsel Herman Deru (Dok.Humas Pemprov)

Palembang (ANTARA) - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru membantu ongkos pulang kepada empat warga dari kabupaten yang kehabisan uang saat berobat di Palembang.

"Mereka kehabisan uang sehingga menunggu di depan kantor gubenur untuk minta ongkos," kata Ketua Baznas Sumsel Najib Haitami di Palembang, Jumat.

Mereka ini adalah empat orang tua pasien karena anaknya menderita penyakit Talasemia (kelainan darah). Mereka berasal dari empat kabupaten yang berbeda yakni asal Ogan Komering Ulu Selatan, Ogan Ilir, Ogan Komering Ulu Timur dan Kabupaten Lahat, ujar dia.

Keempat warga tersebut atas nama Yeti, Sofia, Marhama, Mursini dan mereka nekat datang menemui Gubernur karena kehabisan ongkos usai mengantarkan anak-anak mereka berobat rutin ke Palembang dua kali setiap bulannya.

Meski harus menunggu hingga satu jam lebih, empat warga Sumsel itu akhirnya bisa bertemu dan diterima orang nomor satu di Sumsel untuk meminta pertolongan. Tak butuh waktu lama, usai mendengarkan sejumlah keluhan empat keluarga pasien itu, gubernur langsung merespon dan menyerahkan semua penanganan masalah tersebut pada Basnaz Sumsel.

"Jadi sesuai arahan gubernur, empat orang tua pasien tadi sudah kami antar ke penginapan. Mudah-mudahan atas bantuan tersebut mereka sudah bisa pulang ke kampung halamannya masing-masing," jelas Ketua Baznas Sumsel itu.

Memang, merekan sengaja menunggu dirinya pulang kerja untuk meminta ongkos balik ke kampung, kata dia. Baznas Sumsel sendiri tambah Najib memang memiliki Tim Layanan Aktif yang bertugas untuk melayani masyarakat dengan kasus-kasus seperti ini.

Jadi berbekal informasi yang didapat biasanya tim akan langsung bergerak menangani kebutuhan mereka.

Selain karena tak punya lagi ongkos pulang ke rumah, kedatangan para orang tua pasien itu menurut dia, guna meminta pendampingan dan biaya dalam rangka pengobatan anaknya termasuk transportasi dari tempat asalnya untuk berobat rutin.

"Kebetulan biaya berobat sudah ditanggung BPJS, nah kedatangan mereka ini sekaligus meminta bantuan pendampingan dan biaya transportasi pada gubernur. Karena memang mereka harus rutin berobat dua kali dalam satu bulan," ujarnya.

Dia berpendapat, kedatangan empat warga ini lantaran sebelumnya mereka sudah mendengar cerita dari mulut ke mulut soal kebiasaan gubernur yang selalu tak sungkan membantu warganya yang tengah kesusahan.

"Saya kira mungkin mereka ini saling kenal di rumah sakit yang sama saat berobat, kemudian cerita sana sini lalu nekat ke sini meminta bantuan kepada gubernur ," tambahnya.

Seperti yang sudah diketahui, selain empat warga ini sebelumnya Gubernur Sumsel juga ramai menjadi bahan perbincangan di jagat medsos lantaran responnya membantu kemudahan pengobatan Quenza Vinef Supraja (5), bocah korban siraman minyak panas melalui Baznas Sumsel pada pertengahan Oktober lalu.

Kemudian berturut-turut Baznas Sumsel atas arahan gubernur telah memberikan pendampingan dan bantuan pada beberapa warga lainnya yakni Alqatiri bin Hasan Basri (7) warga Desa Srijabo Kabupaten Ogan Ilir yang menderita jantung bocor. Kemudian Sholihin bin Rustam (19) warga desa Kerta Mulya Kecamatan Madang Suku I Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur dengan keluhan yang sama. Serta Juwita (13) warga Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin mendapatkan bantuan pembiayaan operasi tumor kelenjar air liur.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar