Praveen/Melati gagal ke semifinal BWF World Tour Finals

id bwf world tour finals,badminton,bulutangkis,praveen jordan,melati daeva oktavianti,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palembang, a

Praveen/Melati gagal ke semifinal BWF World Tour Finals

Pasangan ganda campuran pelatnas PBSI Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. (ANTARA/Dokumentasi PBSI)

Jakarta (ANTARA) - Ganda campuran Indonesia Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti harus mengurungkan keinginannya untuk dapat melangkah ke babak semifinal BWF World Tour Finals 2019 yang diselenggarakan di Tianhe Gymnasium, Guangzhou, China.



Pasalnya, pada laga penyisihan yang berlangsung pada Kamis (12/12), Praveen/Melati kembali menuai kekalahan saat menghadapi pasangan Jepang rangking tiga dunia Yuta Watanabe/Arisa Higashino dalam tiga gim dengan skor 15-21, 21-18, 15-21.



Pada gim pertama, sebetulnya penampilan Praveen/Melati tidak terlalu buruk. Pasangan rangking lima dunia itu kerap memimpin pertandingan. Sayangnya, Watanabe/Higashino lebih gesit dan pandai mencari celah, sehingga mampu merebut kemenangan dengan skor awal 21-15.



Gim kedua berjalan lebih ketat. Kali ini, kedua pasangan saling mencuri poin sepanjang jalannya pertandingan. Namun kejar-kejaran poin di gim kedua itu berhasil dimenangkan oleh Praveen/Melati dengan skor 21-18.



Pada gim penentu, Watanabe/Higashino membuktikan keunggulannya dengan terus memimpin perolehan angka sejak awal hingga akhir permainan. Tak mampu mengejar, akhirnya Praveen/Melati kalah dengan skor penutup 15-21.



Ini menjadi kekalahan kedua bagi Praveen/Melati setelah sebelumnya, pada penyisihan pertama pada Rabu (11/12) kemarin, Praveen/Melati ditaklukkan oleh rekan senegaranya Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dengan skor 11-21, 19-21.



Meskipun sudah dipastikan tidak lolos ke semifinal, Praveen/Melati masih punya satu pertandingan lagi di fase penyisihan Grup B, yaitu melawan pasangan China rangking satu dunia Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong pada Jumat (13/12) besok.

Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar