Maria Londa soal kemungkinan SEA Games 2019 terakhir dan regenerasi atlet

id maria natalia londa,sea games 2013,atletik

Maria Londa soal kemungkinan SEA Games 2019 terakhir dan regenerasi atlet

Atlet lompat jangkit Indonesia Maria Natalia Londa melompat pada pertandingan Lompat Jangkit Putri SEA Games ke-30 di Stadion Atletik New Clark, Filipina, Sabtu (7/12/2019). ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/wsj.

New Clark City, Filipina (ANTARA) - Atlet nasional Maria Natalia Londa berceletuk usai meraih medali perak nomor lompat jangkit di Stadion Atletik New Clark City, Filipina, Sabtu, jika SEA Games 2019 kali ini bisa jadi kesempatan terakhirnya bertarung di tingkat Asia Tenggara.

Maria melompat sejauh 13,60m untuk finis peringkat dua setelah Parinya Chuaimaroeng dari Thailand yang meraih emas dengan lompatan sejauh 13,75m.

Thi Men Vu dari Vietnam berhak atas medali perunggu setelah mencatatkan 13,55m di peringkat ketiga hari itu.

"Puji Tuhan masih melompat lagi hari ini di SEA Games ke-6 saya. Semoga besok bisa lebih baik lagi," kata Maria usai lomba.

"Kemungkinan besar ini jadi SEA Games terakhir saya, tahun depan di PON saya genap 20 tahun berlatih di atletik."

Atlet kelahiran Denpasar, Bali 29 tahun silam itu menjadi tumpuan Indonesia di nomor lompat jangkit dan juga lompat jauh hingga sekarang di saat Indonesia kesulitan menciptakan bibit muda dan regenerasi di nomor yang paling rawan cedera itu.

"Untuk nomor lompat jauh dan lompat jangkit masih saya sendiri," kata Maria soal menjadi tumpuan timnas.

"Karena nomor teknik itu tidak bisa dilatih lima atau enam tahun, butuh proses yang sangat panjang. Saya sampai di tahun ke-19 ini, latihan lompat pun masih berlatih teknik.

Maria sejak turun di SEA Games 2009 di Laos selalu meraih medali di nomor lompat jauh dan lompat jungkit, capaian terbaiknya diraih di Myanmar pada 2013 dan Singapura dua tahun berselang di mana ia menjuarai kedua nomor itu.

Pada 2014, Maria membuat kejutan dengan meraih emas nomor lompat jauh di Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan.

"Resiko lompat jangkit itu memang lebih besar. Di Indonesia pun masih sangat sedikit tidak lebih dari 10 orang yang ikut ke lompat jangkit," kata Maria.

Usai mengemas perak Sabtu petang, Maria akan mencoba meraih hasil yang lebih baik di nomor lompat jauh yang akan digelar pada Minggu.

"Semoga dengan istirahat, besok malam untuk lompat jauh bisa kasih yang terbaik."
 
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar