Tembus final, Indonesia berpeluang juara QubicaAMF

id 55th QubicaAMF Bowling World Cup Palembang, boling putra Indonesia, 4 besar boling Indonesia, ryan leonard lalisang, tim

Tembus final, Indonesia berpeluang  juara QubicaAMF

Peboling putra Indonesia, Ryan Leonard Lalisang melempar bola boling di game akhir yang mengantarkannya tembus 4 besar 55th QubicaAMF World Cup 2019 di Palembang, Sabtu (23/11) (ANTARA/Aziz Munajar/19)

Palembang (ANTARA) - Indonesia berpeluang merengkuh juara usai peboling putra Ryan Leonard Lalisang berhasil menembus babak 4 besar 55th QubicaAMF Bowling World Cup Palembang dengan finis di peringkat 3.

Ryan yang sempat terseok-seok di awal gim dan selalu berada di luar 4 besar pada akhirnya berhasil mencatatkan poin 8818 di peringkat 3 dari 7 gim dramatis, posisinya tepat di bawah juara QubicaAMF 2018 asal Australia, Sam Coley yang berada di peringkat 2 dengan poin 8852.

"Fokus di awal-awal memang sempat buyar, jadi pas gim akhir saya coba lebih hati-hati lagi dan bisa ambil poin banyak," kata Ryan Leonard Lalisang usai diumumkan masuk 4 besar.



Memulai babak 8 besar dari peringkat 6 memotivasi Ryan untuk mengejar ketertinggalan poin dari 5 pemain pro teratas, beruntungnya meski ia kurang fokus di awal, pemain di atasnya asal Korea Selatan, yakni Wanhee Lee tampil menurun, sehingga posisinya tergusur Ryan di peringkat 5 dengan poin 7337.

Tidak hanya Ryan, empat pemain di atasnya, yakni Francois Louw (Afrika Selatan), Sam Coley (Australia), Crishtoper Sloan (Irlandia), dan Oliver Mong (Jerman) yang sejak awal saling menyalip poin juga tampil kurang baik di tengah gim.

Bahkan, Crishtoper Sloan (Irlandia) yang berada di peringkat 4 atau di atas Ryan tampak frustasi karena tidak mampu meraih poin penuh pada tiap lemparan di gim terakhir. Alhasil posisinya disalip oleh Ryan yang mencatatkan skor 290 di gim terakhir.

"Bukan tidak mungkin Indonesia meraih juara tahun ini, karena kesempatan itu masih terbuka walaupun pasti ada beban, saya juga sudah sering tampil menghadapi pemain-pemain 4 besar ini," tambah Ryan.



Sementara itu, Pelatih Kepala Boling Indonesia Gatot Arya Nugroho mengatakan masuknya Ryan dalam jajaran 4 besar juga dipengaruhi oleh performa peboling Irlandia yang menurun pada akhir gim.

"Tapi faktor terbesar tetap kehati-hatian Ryan di gim terakhir. Dia bisa mengendalikan emosinya dan bisa menghasilkan lemparan efektif nyaris sempurna," ujar Gatot.



Babak final akan mempertemukan peringkat 1 (Oliver Mong - Jerman) dengan peringkat 3 (Ryan Leonard - Indonesia) dan peringkat 2 (Sam Coley - Australia) dengan peringkat 4 (Francois Louw - Afrika Selatan), semua poin akan dimulai dari 0.

Babak final berlangsung pada Sabtu (23/11) pukul 13.00 di Venue Jakabaring Palembang langsung dilanjutkan penyerahan trofi juara dunia.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar