Tim khusus PLN atasi kerusakan Gardu Induk PLN Baturaja

id Perbaikan gardu induk PLN

Tim khusus PLN atasi kerusakan Gardu  Induk PLN Baturaja

Kepulan asap akibat ledakan di Gardu Induk PLN Rayon Baturaja pada Rabu (13/11) petang mengakibatkan jaringan listrik padam total. (Antara News Sumsel/Edo Purmana)

Baturaja (ANTARA) - Tim khusus dari Surabaya sebanyak 54 orang diterjunkan guna memperbaiki kerusakan Gardu Induk (GI) PLN Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, yang meledak akibat angin kencang pada Rabu (13/11) petang.

"Tim khusus tersebut diturunkan di Way Kanan, Lampung siang tadi. Kemudian mereka langsung meluncur ke Baturaja, Kabupaten OKU. Targetnya dalam 2-3 hari kerusakan di Gardu Induk Baturaja bisa diperbaiki," kata Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Lahat, Zamzami di Baturaja, Kamis.

Dia menjelaskan, kerusakan Gardu Induk di Baturaja disebabkan angin kencang dan petir hingga mengakibatkan terjadinya kerusakan pada kabel keluaran 20 ribu volt pada Transformator 1 di GI yang memasok listrik Kabupaten Ogan Komering Ulu.

Dia mengatakan, hujan angin dan petir yang terjadi kemarin petang sekitar pukul 15.00 WIB tersebut menyebabkan terjadinya arus hubung singkat di saluran 20 ribu volt.

"Hujan angin deras disertai petir menyebabkan terbakarnya kabel keluaran tegangan menengah short circuit di outgoing GI Baturaja. Namun untuk peralatan gardu induk sendiri masih aman, karena tidak terkena imbasnya secara signifikan," jelasnya.

Dampak akibat terbakarnya kabel tegangan menengah tersebut, pasokan listrik ke Kota Baturaja dan sebagian Kabupaten Ogan Komering Ulu mengalami pemadaman.

"Sekitar 41 megawatt terkena imbas dari gangguan tersebut dan kami langsung lakukan respon cepat dengan melakukan manuver melalui jaringan dari Gardu Induk Martapura, Muara Dua dan Prabumulih," kata dia.


Dia mengemukakan, jaringan listrik pelanggan di Kabupaten OKU pada Rabu (13/11) pukul 18.04 WIB Trafo#3 berhasil dioperasikan sebesar 10 MW dan pada pukul 20.00 WIB sebagian disuplai dari GI Martapura.

"Selanjutnya, GI Muara dua sebanyak 5 MW dan beberapa saluran pelanggan lainnya disuplai dari GI Prabumulih sekitar 2 MW," ungkapnya.

Sejak semalam, lanjut dia, tim sudah mulai melakukan perbaikan dan prepare untuk peralatan dan material, terutama sekali kabel tegangan menengah atau di sisi 20 kilovolt.

"Mudah-mudahan dalam waktu 2 hari kedepan sudah selesai perbaikannya jika tidak ada kendala yang berarti," tegasnya.


Sementara itu berdasarkan pantauan Antara, meskipun listrik di Kota Baturaja padam total, namun pelayanan kesehatan di sejumlah rumah sakit dan puskesmas, serta transaksi di perbankan di Kabupaten OKU sama sekali tidak terganggu atau berjalan seperti biasa.

Hal itu sendiri disebabkan seluruh unit pelayanan tersebut telah menyediakan mesin genset, sehingga semua mesin ATM di bank, peralatan medis di rumah sakit dan puskesmas tetap bisa dioperasikan seperti biasa.

Bahkan Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI OKU saja sudah menyalakan mesin genset dari malam sampai pagi hari dengan harapan pelayanan terhadap para pendonor darah tidak terganggu.

"Kami sudah menyiapkan bergalon-galon pertalite untuk menghidupkan genset. Ini dilakukan agar pelayanan di UTD PMI OKU tidak terganggu meskipun listrik lagi padam total," ungkap Kabid Pelayanan UTD PMI OKU, Dedi Arisandi.
 
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar