LLH Jejak Ogan Komering Ulu siapkan 500.000 bibit pohon produktif

id Pembibitan pohon pruduktif

LLH Jejak Ogan Komering Ulu  siapkan 500.000 bibit pohon produktif

LLH Jejak Bumi Indonesia Kabupaten OKU melakukan pembibitan 500 ribu bibit pohon produktif. (Antara News Sumsel/Edo Purmana)

Baturaja (ANTARA) - Lembaga Lingkungan Hidup (LLH) Jejak Bumi Indonesia Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, menyiapkan 500.000 bibit pohon produktif yang akan dibagikan kepada kelompok tani untuk dibudidayakan.

"Sekarang ini sedang pembibitan. Untuk pembagiannya kami jadwalkan mulai dibagikan pada Januari 2020 nanti," kata Pendiri LLH Jejak Bumi Indonesia Ogan Komering Ulu (OKU) Hendra Setyawan di Baturaja, Minggu.

Dia menejelaskan, ratusan ribu bibit pohon produktif ini akan dibagikan kepada kelompok tani di wilayah setempat dan Kabupaten OKU Selatan.

Pembibitan ini, kata dia, dilakukan secara mandiri oleh anggota LLH Jejak Bumi Indonesia Kabupaten OKU guna membantu petani dalam bercocok tanam.

Masyarakat kelompok tani yang akan menerima bantuan bibit ini merupakan mitra Jejak Bumi Indonesia Kabupaten OKU yang berbatasan dengan kawasan hutan atau sangat dekat dengan daerah aliran sungai (DAS) agar DAS tetap terjaga.

"Jumlahnya ada sebanyak 54 kelompok tani yang tersebar di OKU Induk dan OKU Selatan," jelasnya.

Dia mengemukakan, bantuan bibit yang akan dibagikan ini merupakan 15 jenis pohon produktif antara lain nangka, alpukat, mangga, gaharu, kelengkeng, pala, petai dan jengkol.

"Kami juga berupaya membuat bibit lokal langka produktif untuk ditanam oleh petani seperti bibit pohon kemang, kweni, kepayang, rukam dan lainnya," ucapnya.

Dengan adanya bantuan bibit ini diharapkan dapat membantu kelompok tani dalam bercocok tanam sehingga bisa meningkatkan perekonomian petani di wilayah itu.

"Tujuan bantuan bibit ini diberikan tidak lain untuk meningkatkan perekonomian para petani agar lebih meningkat melalui hasil panen buah dan tanaman yang ditanam tersebut," ujarnya.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar