BPBD - Satgas gabungan Sumsel cegah asap karhutla yang kembali parah

id karhutla, cegah bencana asap, bpbd sumsel, satgas karhutla,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palembang, antara hari ini, palemban

BPBD - Satgas gabungan Sumsel cegah asap karhutla yang kembali parah

Persnonel TNI yang tergabung dalam Tim Satgas Karhutla Kodim 0403 Ogan Komering Ulu memadamkan api kebakaran hutan dan lahan di Desa Gunung Batu, Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur. (FOTO ANTARA/Edo Purmana)

Palembang (ANTARA) - Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan bersama satuan tugas (satgas) gabungan siaga darurat bencana asap berupaya mencegah asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhula)  yang kondisinya kembali parah mencemari udara di provinsi itu.

"Asap karhutla yang pada puncak musim kemarau September 2019 cukup parah mencemari udara Kota Palembang dan sejumlah daerah Sumsel lainnya, pada musim peralihan Oktober ini diupayakan dapat dikendalikan," kata Kepala BPBD Sumsel Iriansyah, di Palembang, Selasa.

"Sehingga tidak menimbulkan kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan dan berbagai aktivitas masyarakat," tambahnya.

Untuk mencegah timbulnya kembali bencana kabut asap dampak Karhutla, pihaknya sekarang ini bersama satgas gabungan terus melakukan kegiatan pencegahan dengan operasi darat dan udara pada sejumlah daerah yang terdeteksi titik panas (hotspot) serta mengupayakan hujan buatan untuk memaksimalkan pembasahan lahan.

Ia menjelaskan pencegahan dan penanggulangan karhutla dilakukan di sejumlah daerah di  Sumsel yang rawan,  meliputi Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Banyuasian, Musi Banyuasin, Muaraenim, Pali, Musirawas, dan Kabupaten Musirawas Utara.

"Pencegahan akan dimaksimalkan hingga kondisi benar-benar aman dari karhutla," katanya.
Selain melakukan upaya tersebut, katanya, satgas siaga darurat bencana asap akibat karhutla mengupayakan hujan buatan memanfaatkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

"Salah satu upaya tindakan pencegahan dengan memanfaatkan TMC untuk membuat hujan buatan sehingga pembasahan kawasan hutan dan lahan gambut yang rawan terbakar bisa maksimal," kata Iriansyah.

Sementara sebelumnya Koordinator Lapangan TMC Faisal Sunarto menjelaskan bahwa untuk mengupayakan hujan buatan tim Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus berjuang melakukan hujan buatan melalui teknologi modifikasi cuaca di Sumsel.

Upaya hujan buatan dilakukan dengan melakukan penyemaian garam dapur atau natrium chlorida (NaCl) di awan berpotensi hujan telah dilakukan sejak 30 Agustus 2019.

Kegiatan TMC dilakukan di sejumlah daerah rawan karhutla seperti Kabupaten Musi Banyuasin, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Muaraenim, dan Kabupaten Banyuasin.

Untuk melakukan penyemaian awan, tim TMC dibantu satu unit pesawat jenis CASA 212 dari Skadron Udara 4 TNI AU Lanud Abdul Racman Saleh, Malang, demikian Faisal Sunarto.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar