Polisi proses kasus pemukulan pada pertandingan bola

id martapura fc,pemukulan martapura fc,persiba balikpapan,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palembang, antara hari ini

Polisi proses kasus pemukulan pada pertandingan bola

Tagor usai dirawat di lorong menuju ruang ganti di Stadion Batakan, Kamis 3/10, saat berlangsung pertandingan Persiba vs Martapura FC. Tagor yang adalah anggota panitia pelaksana pertandingan Persiba melaporkan dia dipukul pemain Martapura FC Agi Pratama setelah yang bersangkutan itu dikartumerah Wasit Sunyoto dari Jawa Timur. ANTARA/Novi Abdi

Balikpapan, (ANTARA) - Kasus dugaan pemukulan dan pengeroyokan melibatkan pemain Martapura FC saat laga melawan Persiba Balikpapan diproses polisi. “Kasusnya ditangani Satreskrim. Kami sudah memeriksa korban dan hasil visum korban,” jelas Kepala Polres Balikpapan, AKBP Wiwin Firta, Minggu.

Pada Kamis malam (3/10) terjadi dua kejadian dugaan kekerasan yang melibatkan pemain Martapura FC. Yang pertama terjadi di lorong di bawah tribun timur di Stadion Batakan dan kedua di Jalan Jenderal Sudirman di depan Hotel Zurich, tempat menginap tim Martapura FC.

Pada kejadian pertama, seperti dilaporkan saksi korban Tagor, anggota panitia pertandingan Persiba, mengaku dipukul seorang pemain Martapura FC di lorong menuju ruang ganti tim tamu di Stadion Batakan.

“Kepala saya benjol dan hidung saya berdarah,” katanya. Tagor pun segera mendapat perawatan oleh tim medis pertandingan. Usai pertandingan, sekira pukul 22.00 ia pun melapor ke Polres Balikpapan.

Menurut dia, kekeraan di lorong itu juga menimpa anggota panitia lain yang mencoba menolong dia.

Kejadian dugaan kekerasan kedua menimpa seorang suporter Persiba. Chris Armando (19) diserang dan dianiaya di depan Hotel Zurich sesaat setelah para pemain dan ofisial Martapura FC turun dari bis yang mengantarkan mereka dari Stadion Batakan.

Menurut dia, kejadian itu bermulai saat dia berhenti di pinggir jalan untuk memberi jalan rombongan Martapura FC menyeberang menuju hotel mereka diserang tujuh orang.

Ia menyatakan mendapat pukulan di kepala, dada, dan tangan. Chris pun melaporkan apa yang dialami itu di Pelayanan Pengaduan Masyarakat Polres Balikpapan, Jumat dinihari (4/10). Pada Jumat pagi itu juga pemain dan ofisial Martapura FC bertolak pulang via Bandara Sepinggan.

Menurut Firta, proses hukum tetap berlaku meskipun para pelaku ada di luar kota tempat kejadian perkara. “Tidak masalah (pelaku) di luar kota. Kan ada aturan dan proses pemanggilan sesuai tahapan,” jelasnya.

Jika para pemain atau ofisial yang dilaporkan tidak mengindahkan, Polres Balikpapan bisa menjemput paksa atau berkoordinasi dengan Polres setempat.

Laga Persiba Balikpapan vs Martapura FC malam itu dilaporkan berlangsung panas. Di lapangan pertandingan terhenti beberapa kali sebab aksi saling dorong antarpemain, dan aksi protes pada wasit.

Sebab memprotes wasit berlebihan di menit ke-36, Pratama yang sebelumnya sudah mendapat kartu kuning karena melakukan pelanggaran pada pemain Persiba, kembali mendapat kartu kuning, sehingga wasit Sunyoto dari Jawa Tengah pun menarik kartu merah dari saku belakangnya.

Persiba memenangi pertandingan ini dengan skor 3-0. Gol Persiba dicetak Reza Saputra di menit ke-69 dan 88, dan Aji Kusuma di menit ke-72. 

Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar