Inovasi GoCar Instant di bandara dapat dongrak pertumbuhan ekonomi

id gojek,gocar,online,transfortasi

Inovasi GoCar Instant di bandara dapat dongrak pertumbuhan ekonomi

Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan Ahmad Yani (tengah) dan Executive General Manager Bandara Internasional Soekarno Hatta Agus Haryadi (kiri) mendapat penjelasan tentang aplikasi GoCar Instan dari Co-Founder Gojek Kevin Aluwi (kanan) pada peluncuran inovasi terbaru Gojek melalui GoCar Instan di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (10/9/2019). (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/wsj.)

Palembang (ANTARA) - Pengamat ekonomi keuangan dan perbankan dari Universitas Sriwijaya Yan Sulistyo mengatakan kehadiran transportasi online dengan inovasinya “Gocar Instant di Bandara” dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.

Ia mengatakan ini sejalan dengan rilis Lembaga Demografi Universitas Indonesia yang menyatakan pertumbuhan ekonomi di tujuh daerah, antara lain Jakarta, Surabaya, Bandung, Bali, Makassar, Palembang turut dipengaruhi kehadiran GoCar dan GoRide.

Menurut Yan Sulistyo, berdasarkan hasil penelitian tersebut, kenaikan pertumbuhan ekonomi ini dipicu hadirnya transportasi online di Indonesia karena berdampak pada pertumbuhan penjualan kendaraan, meningkatkan lapangan kerja.

“Banyak mitra-mitra ini yang selama ini belum memiliki pekerjaan sehingga mereka menjadi mitra Gocar maupun GoRide. Tingkat pendapatan masyarakat menjadi meningkat karena mereka mendapatkan nilai ekonomi bagi kelangsungan hidup keluarga mereka juga kehidupan mereka secara pribadi,” kata dia.

Pertumbuhan ini baru dari GoCar dan GoRide, belum dikalkulasi dari kehadiran GoPay “Saya belum membaca rilis berapa dampak ekomominya dengan kehadiran GoPay. Karena di sini banyak mitra-mitra GoPay yang terlibat dalam kerjasama. Tapi untuk GoCar dan GoRide saja sudah sangat besar dampaknya ekonominya. ” kata Yan. Pertumbuhan ekonomi ini memberi sinyal adanya kenaikan kualitas hidup mitra Gojek.

Melihat dampak yang begitu besar, Gojek kembali melebarkan sayapnya dengan mengeluarkan fitur terbaru. Gojek bersama Angkasa Pura II berkomitmen untuk mencetak sejarah baru dalam pengembangan layanan pemesanan yang on the spot sehingga cepat dan murah.

“Kami melihat bahwa penumpukan antrian kendaraan cukup sering terjadi di bandara, sementara zaman sekarang masyarakat ingin semuanya serba cepat. Untuk itu kami hadirkan fitur GoCar Instan agar pemesan layanan dan mitra driver cepat bertemu dan dapat langsung berangkat,” ujar Co-Founder Gojek, Kevin Aluwi.

Menanggapi peluncuran fitur baru dari Gojek, yakni GoCar Instant ini, Yan menilai dapat memberikan kesempatan para pengguna layanan bandara mendapatkan transportasi dengan mudah.

Selama ini transportasi di bandara dimonopoli oleh pihak tertentu “Dari sisi pelayanan dan waktu jelas sangat membantu bagi konsumen. Saya pikir itu satu terobosan yang dilakukan oleh Gojek untuk dapat memaksimalkan fasilitas transportasi yang dimilikinya,” kata dia.

Fitur terbaru ini, sementara baru tersedia di bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Yan mengatakan dalam beberapa tahun ke depan, fitur ini sangat potensial dan penting untuk hadir di bandara-bandara daerah di Indonesia.

Namun, Yan melihat untuk saat ini prioritas layanan ini masih pada bandara dengan jumlah penumpang dan rute penerbangan yang besar dan banyak. Semakin padat lalu lintas bandara, maka akan semakin tinggi kebutuhan moda transportasi untuk memobilisasi konsumen.

Transportasi online, khususnya taksi online yang semakin mudah dijangkau oleh konsumen di berbagai tempat seperti bandara membuat konsumen memiliki pilihan. Konsumen dapat memilih menggunakan taksi konvensional, yang seperti diketahui, ada kasus ketidaktransparanan tarif.

Transparansi menjadi penting untuk memberikan kepastian dan kenyamanan penumpang, apalagi banyak perusahaan atau oknum supir yang bisa memainkan argo untuk menaikkan tarif. “Inilah keunggulan dari transportasi online. Karena dari sisi biaya sangat transparan,” kata dia.
Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar