300 personel Satgas Karhutla padamkan api dekat areal PT DGS

id karhutla,kebakaran,asap,bpbd

300 personel Satgas Karhutla padamkan api dekat  areal PT DGS

Upaya Satgas Karhutla Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, memadamkan kebakaran di lahan gambut Desa Penyandingan, Jumat (20/9/2019). (ANTARA/HO/19)

Kayuagung (ANTARA) - Sebanyak 300 personel gabungan Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, memadamkan dan mendinginkan gambut yang terbakar di areal dekat PT DGS Desa Penyandingan, Kecamatan Tulung Selapan, Jumat.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir Listiadi Martin, mengatakan personel tersebut terdiri atas BPBD, Manggala Agni, TNI/Polri, Brigade Disbunnak, Regu Pemadam Api (RPK) perusahaan serta sukarelawan.

“Kami kerahkan kekuatan penuh dalam rangka pemadaman dan pendinginan lokasi. Operasi ini ditargetkan dalam empat hari tuntas,” kata Listiadi.

Ia mengatakan personel satgas ini dibagi menjadi 20 kelompok dengan posko utama berada di Desa Penyandingan dan Posko lapangan di kantor PT DGS.

Personel dilengkapi peralatan berupa 20 unit traktor dari PT DGS, 20 unit mesin pompa, satu unit mobil ambulans dari Dinas Kesehatan OKI, beberapa unit drone pemantau serta bantuan dua unit helikopter pembom air (water bombing).

Selain upaya pemadaman, upaya sosialisasi dan pembinaan kepada masyarakat juga digencarkan.

Kapolres OKI AKBP Doni Eka Saputra bersama Dandim 0402 OKI/OI secara langsung menjumpai masyarakat sekitar yang terdampak bencana.

“Malam ini Kapolres, Dandim dan Kepala BPBD OKI akan bertemu dengan warga di tiga desa sekitar, Penyandingan, Kayuara, Pulau Beruang,” kata dia.

Pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi fokus utama BPBD karena asapnya telah berdampak bagi ibu kota provinsi Sumatera Selatan, Kota Palembang. Saat ini status udara di Kota Palembang sudah sangat berbahaya berdasarkan situs BMKG setempat.


 
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar