Banyuasin ingin turunkan angka kemiskinan jadi satu digit

id kemiskinan banyuasin,penurunan angka kemiskinan,penanggulangan kemiskinan

Banyuasin ingin turunkan  angka kemiskinan jadi satu digit

Bupati Banyuasin Askolani (kiri) bersama Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang DR Abid Djazuli dalam acara penandatanganan MoU dengan didampingi Kepala Bappeda Litbang Banyuasin Erwin Ibrahim (paling kanan) di Palembang, Jumat (13/9/2019). (HO Pemkab Banyuasin)

Pangkalan Balai (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banyuasin di Sumatera Selatan ingin menurunkan angka kemiskinan dari 11,8 persen menjadi satu digit dengan menjalankan program-program penanggulangan kemiskinan.

Bupati Banyuasin Askolani di Pangkalan Balai, Minggu, mengatakan bahwa menurunkan angka kemiskinan yang sekarang masih di atas angka rata-rata nasional 9,82 persen bukan pekerjaan mudah di tengah melemahnya harga komoditas karet dan kelapa sawit yang selama ini menjadi penopang hidup masyarakat Banyuasin.

Meski sulit, kami tetap optimistis dan terus berupaya melalui program-program tepat sasaran," katanya.

Askolani, yang pada 18 September bakal genap setahun memimpin Banyuasin, merangkum program-program prioritas dalam "Banyuasin Bangkit, Adil dan Sejahtera".

Program tersebut fokus pada perbaikan infrastruktur, peningkatan produksi pertanian, perbaikan pelayanan kesehatan, pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), dan peningkatan akses pendidikan.

Askolani yakin dengan dukungan potensi sumber daya alam Bayuasin sebagai daerah penyangga ibu kota Sumatera Selatan, Kota Palembang, bisa mencapai target penurunan kemiskinan.

"Luas wilayah hampir menyamai luas provinsi Jawa Barat, ada juga Taman Nasional hutan mangrove yang menjadi terbesar di Asia Tenggara dan belum lagi potensi lain di bidang pertanian, perkebunan dan perikanan. Bisa dikatakan semua di sini ada, tambang juga ada walau tak sebanyak daerah lain," kata dia.

Ia menambahkan, program kerja yang disusun oleh pemerintah kabupaten sudah sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020--2024, yang menitikberatkan pada penurunan angka kemiskinan dengan memaksimalkan pemberdayaan kemasyarakatan di sektor seperti pariwisata, UMKM, dan pertanian.

Di sektor pariwisata, Kabupaten Banyuasin memiliki potensi wisata alam yang layak menjadi destinasi unggulan daerah seperti Taman Nasional Sembilang, Kampung Nelayan Sungsang, dan Danau Biru Banyuasin.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Banyuasin Erwin Ibrahim mengatakan rencana induk pembangunan Kampung Nelayan Sungsang yang cakupannya meluas dari satu desa menjadi lima desa ditargetkan terealisasi 2020.

Pengembangan pariwisata di perkampungan nelayan tertua di Sumatera Bagian Selatan itu ditujukan bisa menarik lebih banyak wisatawan dan meningkatkan kesejahteraan warganya. 

 
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar