BWI ajak mahasiswa Unsri jadi agen wakaf

id Wakaf, badan wakaf indonesia, bwi, unsri, mahasiswa unsri, agen wakaf, ajak milenial agen wakaf

Ketua Badan Pelaksana BWI Mohammad Nuh memberikan penghargaan kepada Rektor Unsri Anis Saggaf pada seminar nasional "Wakaf Goes to Campus, Wakaf Sebagai New Life Style," di Palembang, Kamis (12/9). (ANTARA/Yudi Abdullah/19)

Palembang (ANTARA) - Pengurus Badan Wakaf Indonesia mengajak mahasiwa Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang menjadi agen atau penggerak wakaf di wilayah Sumatera Selatan dan provinsi lain di Sumatera.

Gerakan wakaf belum sepopuler gerakan zakat, untuk itu di luar Pulau Jawa dipilih Unsri untuk menyosialisasikan atau mempopulerkannya dan sebagai penggerak wakaf, kata Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia (BWI) Mohammad Nuh pada seminar nasional "Wakaf Goes to Campus, Wakaf Sebagai New Life Style," di kampus Unsri Bukit Besar Palembang, Kamis.

Mahasiswa merupakan generasi milenial yang diharapkan bisa memajukan perwakafan nasional yang dapat digunakan untuk membantu sesama mahasiswa yang berasal dari keluarga miskin agar tidak putus kuliah karena tidak memiliki biaya dan mensejahterakan kaum dhuafa.

Generasi milenial secara nasional terdapat sekitar 110 juta orang dan khusus di Unsri mencapai 36 ribu orang, potensi yang besar itu  sekarang ini belum dimanfaatkan secara maksimal untuk penggalangan wakaf.

Untuk memaksimalkan generasi milenial menghimpun dan mengelola dana wakaf, pengurus BWI terus berupaya melakukan sosialisasi masuk ke kampus perguruan tinggi negeri dan swasta bahkan ke sekolah-sekolah, katanya.

Dia menjelaskan, BWI yang dibentuk berdasarkan Undang Undang Wakaf yang disahkan pada 2004 bukan saingan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang dibentuk pada tahun 1999.

Wakaf berbeda dengan zakat namun BWI berpartner dengan Baznas dalam menghimpun dana ummat untuk kepentingan mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Perbedaan wakaf dengan zakat yakni wakaf adalah harta tetap dan bertambah, nilai abadi dan baru maksudnya ketika diberikan  seseorang kepada nadjir (pengelola wakaf) berupa uang atau tanah dan barang bergerak/tidak bergerak lainnya uang atau barang yang diwakafkan tidak langsung habis dibagikan kepada orang yang berhak.

Sedangkan zakat sesuai aturan agama Islam ketika diterima langsung dibagikan habis tidak boleh digunakan untuk kegiatan produktif.

Harta wakaf yang diserahkan kepada nadzir dikelola sehingga produktif  membuahkan hasil atau  bertambah setelah menghasilkan sebagian dibagikan kepada yang berhak dan sebagian ditambahkan ke harta awal untuk dikelola dengan hasil yang lebih besar, sedangkan zakat yang diserahkan kepada pengelolanya langsung dibagikan habis atau konsumtif.

Berdasarkan penjelasan itu, wakaf menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara umum yang diharapkan pengembangannya bisa mendapat dukungan dari semua pihak dan lapisan masyarakat, ujar Mohammad Nuh.

Sementara Rektor Unsri Anis Saggaf menambahkan pihaknya mengucapkan tetima kasih kepada pengurus BWI yang menjadikan kampusnya sebagai penggerak wakaf pertama di luar Pulau Jawa.

Untuk memulai gerakan wakaf, pihaknya akan mengajak 36 ribu mahasiswa aktif serta 2.300 dosen dan karyawan Unsri menyisihkan sebagian uangnya untuk wakaf.

Jika potensi 38.300 warga Unsri menyisihkan uang Rp1.000 untuk wakaf bisa diperoleh dana Rp380 juta lebih untuk satu kali putaran penghimpunan wakaf.

Jika dalam satu bulan bisa dilakukan empat kali putaran penghimpunan wakaf, bisa diperoleh dana yang cukup besar ysng dapat dijadikan modal usaha produktif yang hasilnya dapat disisihkan untuk membantu mahasiswa yang terancam putus kuliah karena mengalami kesulitan biaya, kata rektor.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar