Korban tenggelam di Sungai Musi ditemukan meninggal dunia

id Sungai Musi Rejang Lebong

Korban tenggelam di Sungai Musi ditemukan  meninggal dunia

Jenazah korban tenggelam di Sungai Musi di wilayah Desa Dusun Sawah, Kecamatan Curup Utara saat dievakuasi tim dan warga. (ANTARA/HO/Nur muhammad)

Rejang Lebong (ANTARA) - Martin Wijaya (13) warga Desa Dusun Sawah, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu yang tenggelam di Sungai Musi di wilayah itu pada Rabu malam (11/9) sekitar pukul 23.00 WIB ditemukan pada Kamis siang telah meninggal dunia.

Pasi Ops Batalyon Brimob A Pelopor Curup, Iptu Michael S yang memimpin tim gabungan saat melakukan pencarian mengatakan, korban ini ditemukan setelah 14 jam hilang. Korban mereka temukan sekitar pukul 13.30 WIB kemudian disemayamkan di rumah duka, dan seterusnya pada sore hari langsung dimakamkan.

"Kondisi jenazah korban saat ditemukan masih utuh. Korban ditemukan petugas yang melakukan penyelaman di dasar sungai yang kebetulan dasar sungai tersebut napal keras atau semacam batu karang," ujar dia.

Penemuan jenazah korban ini kata dia, ditemukan oleh seorang anggota Brimob yang melakukan penyelaman sempat menyenggol benda menyerupai manusia, mengingat air sungai sedang keruh sehingga tidak terlihat jelas.

Petugas yang menemukan ini kemudian memberitahukannya kepada anggota dan warga yang ikut melakukan pencarian, dan seterusnya petugas dan warga menyelam kembali ke dasar sungai dengan kedalaman mencapai tujuh meter kemudian langsung mengangkat jenazah korban ke permukaan.

"Korban ini atas permintaan keluarga langsung akan dimakamkan, pihak keluarga menolak jenazah untuk kita ke RSUD Curup guna di visum. Kemudian jenazahnya langsung kita bawa ke rumah duka," urainya.

Sementara itu, Sumun (35) orang tua korban saat mengetahui jenazah anaknya sudah ditemukan merasa terpukul mengingat, Martin adalah anak semata wayangnya, di mana pada malam kejadian diajaknya menjala ikan di Sungai Musi.

"Kejadian sekitar jam 23.30 WIB, saat kami akan menyeberang sungai, dia terpeleset dan langsung narik jaket aku tapi terlepas. Saat itulah anak aku tenggelam, aku juga hampir tenggelam," ungkap Sumun.

Setelah anaknya tenggelam dirinya kata dia, sempat mencari anaknya yang ternyata tidak bisa berenang tersebut, namun karena kondisi air keruh sehingga pencariannya tidak membuahkan hasil dan sejurus kemudian langsung pulang ke rumah dan meminta bantuan warga lainnya.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar