Genre gado-gado di panggung Maliq & D'Essentials

id Maliq & D'essentials, soundrenaline,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palembang, antara hari ini, jembatan ampera, wong palembang

Genre gado-gado di  panggung Maliq & D'Essentials

Maliq & D'Essentials di Soundrenaline 2019, Garuda Wisnu Kencana, Badung, Bali, Sabtu (7/9/2019) (ANTARA News/ Nanien Yuniar)

Badung, Bali (ANTARA) - Panggung Maliq & D'Essentials di festival musik Soundrenaline yang digelar di Garuda Wisnu Kencana, Bali, Sabtu semakin istimewa berkat kolaborasi yang menciptakan genre musik gado-gado; pop, rock, jazz dan hip-hop.

Maliq & D'Essentials tak sendirian, mereka ditemani oleh Indra Lesmana, Rekti Yoewono dari THE S.I.G.I.T dan Tuan Tigabelas saat membawakan beberapa lagu.

Grup musik yang sudah berdiri 17 tahun, sama persis dengan tahun penyelenggaraan Soundrenaline, itu berlatih mengandalkan dunia digital karena para musisi ini berada di kota berbeda, seperti Indra yang berada di Bali dan Rekti di Bandung.

Indra Lesmana memainkan keyboard dan melakukan "scat singing", menuangkan nuansa jazz dalam lagu "Terlalu", sementara Tuan Tigabelas membuat penonton makin asyik berjingkrak-jingkrak karena aksinya yang penuh energi.

Setelah itu, Rekti beraksi dengan gitarnya di saat penonton asyik berjoget mendengarkan musik "Drama Romantika".

Selain berkolaborasi dengan tiga musisi lintas genre, Maliq & D'Essentials mempersembahkan lagu-lagu andalan yang tampaknya sudah dihafal di luar kepala oleh ribuan penonton. "Kangen", "Setapak Sriwedari", "Himalaya" hingga "Dia" serasa jadi ajang menyanyi bersama karena penonton secara sukarela menjadi penyanyi latar dadakan.

Mereka pun membawakan single teranyar "Senja Teduh Pelita".

"Untitled" disambut paling meriah sebagai lagu yang menurut Widi, sang vokalis, "pertama kali mencatatkan Maliq ada di industri musik Indonesia" dan bisa jadi alasan mereka pertama kali diundang ke Soundrenaline 2005.

Ia mengenang saat itu lagu "Untitled" sama sekali tak dikenal, tapi malam ini yang terjadi adalah sebaliknya. Petikan gitar akustik dari Lale, gitaris, membuat suasana semakin romantis.

Lagu ini berakhir manis bagi penikmat musik di depan panggung yang beruntung karena Lale tak cuma melempar pick gitar, sesuatu yang lazim dilakukan musisi di panggung, tapi betul-betul memberikan gitarnya pada salah satu penonton.
 
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar