Kementan lakukan kawin suntik 3,03 juta sapi

id kawin suntik,Kementan, sapi, kawin suntik

Kementan lakukan kawin suntik 3,03 juta sapi

Sapi hasil kawin suntik di Bangka Belitung. ANTARA/Aprionis

Pangkalpinang (ANTARA) - Kementerian Pertanian menyatakan pencapaian Upsus Siwab Nasional dari Januari sampai 31 Agustus 2019 telah melakukan kawin suntik atau inseminasi buatan (IB) sebanyak 3,03 juta ekor atau 83,82 persen dari target 3 juta ekor indukan sapi.

"Pencapaian layanan IB sudah cukup tinggi dan kita optimistis pencapaian IB tahun ini tercapai," kata Direktur Pakan Kementerian Pertanian, Sri Widayati di Pangkalpinang, Jumat.

Ia mengatakan layanan IB hingga 31 Agustus tahun ini sudah mencapai 3,03 juta ekor indukan sapi dan dengan capaian kebuntingan 1,52 juta ekor atau 72,32 persen dari target 2,1 juta ekor. Capaian kelahiran sapi sebanyak 1,36 juta ekor atau 81,10 persen dari target 1,68 juta ekor.

Untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sampai dengan 31 Agustus 2019 capaian layanan IB nasional 650 ekor atau 65,00 persen dari target 1.000 ekor dan capaian kebuntingan 786 ekor atau 112,29 persen dari target 700 ekor serta kelahiran 645 ekor atau 115,18 persen dari target 560 ekor.

"Kami optimistis melalui Upsus Siwab ini populasi ternak sapi potong meningkat, sehingga Indonesia tidak lagi impor daging untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," katanya.

Ia menambahkan capaian kegiatan Upsus Siwab Nasional 2018 dalam layanan IB sebesar 3,99 juta ekor atau 132.92 persen dari target 3 juta ekor dengan capaian kebuntingan nasional 2,051 juta ekor atau 97.67 persen dari target 2,1 juta ekor, serta kelahiran sebanyak 1,83 juta ekor atau 109.09 persen.

Menurut dia di tengah-tengah anggaran pemerintah yang terbatas, kegiatan Upsus Siwab ini dilakukan dengan pendekatan yang lebih banyak melibatkan peran aktif masyarakat untuk memastikan sapi/kerbau betina dewasa milik peternak (sebagaiakseptor) untuk dibuntingkan.

"Secara khusus saya sampaikan ucapan terima kasih kepada para inseminator, petugas pemeriksa kebuntingan, medik, paramedik, serta petugas lapangan lain di lingkup pemerintah daerah sebagai penentu keberhasilan dan ujung tombak di lapangan," katanya. 
 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar