Papua Terkini: 298 pendemo dipulangkan dengan kendaraan militer

id Sekitar 298 pendemo kembali dipulangkan dengan kendaraan militer,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palembang, antara hari ini, je

Papua Terkini: 298 pendemo dipulangkan dengan kendaraan militer

298 Pendemo yang sempat bersembunyi di sekitar kawasan Kelurahan Numbay, Ditrik Jayapura Selatan,Minggu (1/9) dipulangkan. (Dok.Pendam XVIICenderawasih)

Jayapura (ANTARA) - Aparat keamanan TNI-Polri, Minggu (1/9) memulangkan sekitar 298 pendemo yang sempat bersembunyi di kawasan Kelurahan Numbay, Distrik Jayapura Selatan, dengan menggunakan kendaraan militer miliki Kodam XVII Cenderawasih.

Ratusan warga yang sebelumnya ikut demo yang berlangsung anarkis, Kamis (29/8), sebelum dipulangkan sempat bersembunyi di kawasan Kelurahan Numbay.
Kapendam XVII Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto ketika dihubungi membenarkan ratusan pendemo yang dibantu pemulangannya setelah sempat bersembunyi.

Awalnya masyarakat yang berasal dari pegunungan tengah itu sempat ketakutan dan tidak berani pulang ke rumah mereka yang berada di wilayah Abepura dan sekitarnya sehingga bersembunyi selama tiga hari. Ketakutan mereka itu karena selain demo juga melakukan penjarahan, pembakaran, pelemparan maupun pengerusakan sehingga dikhawatirkan terjadi aksi balasan dari warga yang menjadi korban.

Keberadaan mereka diketahui setelah adanya informasi dari Desmon Kogoya dan Komnas Ham sehingga Kodam XVII Cenderawasih melalui Asintel Kasdam Kolonel Inf JO. Sembiring membantu pemulangan mereka, kata Eko.

 Letkol CPL Eko mengatakan, 15 truk disiapkan untuk memulangkan para pendemo ke kawasan Abepura dan Waena. Selain membantu pemulangan mereka, satu orang di antaranya diserahkan ke Polres Jayapura Kota karena diduga pelaku penjarahan, tambah Letkol CPL Eko Daryanto.

Sebelumnya aparat keamanan TNI-Polri sudah melakukan pemulangan terhadap sekitar 1.500 orang pendemo yang sempat bertahan di kantor gubernuran Dok II Jayapura.
 
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar