Jenazah ibunda SBY disemayamkan di Pendopo Puri Cikeas Sabtu pagi

id Ibunda sby, jawa barat, puri cikeas, wafat, siti habibah,Tanah kusir,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palembang, antara hari ini

Jenazah ibunda SBY disemayamkan di  Pendopo Puri Cikeas Sabtu pagi

Perwakilan dari Keluarga Yudhoyono, Tomi Satriatomo di Puri Cikeas, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/8/2019) malam. (ANTARA/M Fikri Setiawan)

Gunungputri, Bogor (ANTARA) - Sebelum diberangkatkan ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Sabtu siang, jenazah ibunda Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Siti Habibah, akan disemayamkan di Pendopo Puri Cikeas, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu pagi.

"Pukul 08.00 disemayamkan di pendopo sampai sebelum salat zuhur. Memberikan kesempatan untuk yang ingin bertakziah," kata perwakilan dari Keluarga Yudhoyono, Tomi Satriatomo kepada media di rumah duka, Jumat malam.

Menurutnya, jenazah akan diberangkatkan dari rumah duka ke pemakaman setelah salat zuhur. Kemudian dilanjutkan dengan prosesi pemakaman di TPU Tanah Kusir sekitar pukul 14.30 WIB.

"Ini sudah kesepakatan rapat keluarga. Pak SBY dalam keadaan baik, sehat, pasti berduka, sedih tapi lebih tabah," kata Tomi.

Seperti diketahui, SBY bersama anak sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyambut kedatangan jenazah ibundanya, Siti Habibah saat tiba di rumah duka Puri Cikeas, Gunungputri Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat malam.

Jenazah yang dibawa menggunakan mobil ambulans dari RS Mitra Keluarga Cibubur, tiba di rumah duka dengan pengawalan sekitar pukul 22.00 WIB. AHY nampak ikut membopong keranda keluar dari ambulans kemudian dibawa ke dalam rumah.

Deputi Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Herzaky M Putra mengatakan, sebelum wafat di RS Mitra Keluarga Cibubur Jumat pukul 19.23 WIB, ibunda SBY, Siti Habibah sempat dirawat selama dua pekan di ruang unit perawatan intensif atau ICU.

"Dua pekan masuk ICU, semua pengobatan terbaik sudah diberikan tapi memang belum disembuhkan, penyakit komplikasi di usia sudah cukup tua," ujar Herzaky.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar