PDAM Palembang siapkan mobil tanki atasi kesulitan air

id pdam tirta musi, pelayana air bersih di saat kemarau lancar, pelayanan air bersih, siapkan pelayan beregrak, siapkan tan

Instalasi pengelolaan air PDAM Tirta Musi (Foto Antarasumsel.com/13/Nila Fuadi/Aw)

Palembang (ANTARA) - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi Palembang, Sumatera Selatan menyiapkan sejumlah mobil tanki untuk mengatasi kesulitan air di kawasan permukiman penduduk yang terganggu distribusi air bersihnya.

"Warga kota yang mengalami kesulitan air silakan melapor kepada petugas melalui saluran telepon atau call center 0711 355222," kata Direktur Utama PDAM Tirta Musi Palembang, Andi Wijaya di Palembang, Rabu.

Secara umum pelayanan air bersih kepada pelanggan selama musim kemarau ini berjalan lancar, tidak ada kawasan permukiman yang terganggu distribusi airnya.

Selama kemarau ini pelayanan air bersih kepada pelanggan tidak ada masalah, produksi dan distribusi air tetap seperti biasanya, meskipun debit air Sungai Musi menurun.

Produksi air bersih pada saat musim kemarau sama seperti musim hujan, tidak ada perbedaan signifikan karena titik pengambilan air baku sudah disesuaikan dengan kondisi debit air sungai terendah.

Air baku yang diambil dari Sungai Musi untuk produksi tetap sama sekitar 6,8 juta liter per bulan dan dari Sungai Ogan 2,8 juta liter per bulan.

Kemampuan produksi air bersih PDAM Tirta Musi berkisar 700-1.000 liter per detik, kegiatan produksi tersebut diupayakan maksimal sehingga pelayanan air bersih kepada warga Palembang tidak terganggu.

Meskipun pelayanan berjalan lancar, pihaknya telah menyiapkan pelayanan bergerak jika terjadi gangguan distribusi kepada pelanggan.

Jika pelanggan hingga tiga hari tidak mendapat pasokan air bersih, pihaknya akan membagikan air gratis ke kawasan yang mengalami gangguan pelayanan dengan menurunkan mobil tanki air.

Pelayanan mobil tanki air bersih bisa diminta pelanggan dengan menghubungi petugas "call center" dan melalui unit pelayanan PDAM terdekat, ujarnya.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar