Usai piala AFF 2019, Timnas U-18 buka kesempatan calon pemain baru

id fachri husaini,timnas u-18, piala AFF 2018

Sejumlah pemain U-18 melakukan latihan di Lapangan Becamex Binh Duong, Vietnam, Selasa (13/8/2019). Indonesia akan menghadapi Myanmar pada laga terakhir penyisihan Grup A Piala AFF U-18 2019 di Vietnam. ANTARA FOTO/Yusran Uccang/pras.

Ho Chi Minh City (ANTARA) - Pelatih timnas sepak bola U-18 Fakhri Husaini menyampaikan akan membuka kesempatan bagi calon pemain-pemain baru untuk mengisi formasi tambahan skuat Garuda Nusantara usai kejuaraan Piala AFF U-18 2019.

"Tentu saya masih buka kesempatan bagi para pemain potensial dari Sabang sampai Merauke. Indonesia sangat luas dan saya yakin akan ada tambahan tenaga baru," tutur Fakhri saat ditemui di Ho Chi Minh City, Senin malam.

Ia menuturkan bahwa formasi pemain timnas U-18 yang kini berjumlah 23 orang masih kurang dan membutuhkan sumber tenaga tambahan untuk mengisi di semua lini.

Fakhri dan timnya akan benar-benar mengawasi dan memperhatikan proses seleksi tersebut sehingga bisa mendapatkan pemain yang sesuai dengan syarat dan kriteria yang dibutuhkan timnas.

"Di posisi kiper kami hanya punya tiga, kami akan cari tambahan. Untuk pelapis dan posisi tengah walau pun sudah cukup tangguh tapi masih butuh lagi, termasuk penyerang. Kami butuh tambahan meski formasi sekarang sudah bagus," katanya menambahkan.



Usai meraih kemenangan 5-0 atas Myanmar dalam laga perebutan peringkat tiga Piala AFF U-18 2019 di Stadion Thong Nhat, Fakhri juga mengungkapkan sejumlah evaluasi dalam tujuh pertandingan yang sudah dilalui di kejuaraan ini.

Dari aspek penampilan pemain, Fakhri mengaku puas dengan performa para anggota skuat Garuda Nusantara.

Fakhri lebih menyoroti aspek taktik, terutama saat kekalahan tipis 3-4 dari Malaysia di babak semifinal yang disebabkan keuntungan lawan yang punya lebih banyak kesempatan bola servis.

"Gol yang dialami Indonesia bukan dari 'open play' tapi dari servis. Pas lawan Malaysia, tiga gol mereka dari servis. Ini hal sepele tapi sangat serius buat kami," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar