Rutan Baturaja kekurangan air bersih

id Rutan Baturaja kekurangan air bersih

Kepala Rutan Kelas IIB Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), Herdianto (ANTARA News Sumsel/Edo Purmana/Ang/19)

Baturaja (ANTARA) - Rumah Tanahan (Rutan) Sarang Elang Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, saat ini kekurangan persediaan air bersih untuk memenuhi kebutuhan air bagi penghuni lembaga pemasyarakatan setempat.

"Karena air bersih menjadi kebutuhan bagi seluruh penghuni Rutan Baturaja," kata Kepala Rutan Sarang Elang Kelas IIB Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), Herdianto di Baturaja, Minggu.

Oleh sebab itu, Herdianto berharap kepada Pemerintah Kabupaten OKU agar bisa membantu Rutan Baturaja terkait penyediaan air bersih untuk seluruh warga binaan seperti membuatkan sumur bor.

"Kami sangat berharap Pemkab OKU bisa membantu sumur bor untuk Rutan Baturaja agar bisa memenuhi kebutuhan air bersih untuk para WBP yang 99 persen merupakan warga OKU,” harapnya.

Dia mengemukakan, total penghuni Rutan Sarang Elang Baturaja saat ini berjumlah 422 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang terdiri atas narapidana umum dewasa laki-laki sebanyak 179 orang dan dua orang dewasa menghuni sel perempuan.

"Untuk anak-anak berjumlah sembilan orang dengan total narapidana umum ini dihuni sebanyak 190 WBP," ungkapnya.

Kemudian, kata dia, untuk narapidana narkotika dewasa dihuni sebanyak 220 orang dan 12 WBP dewasa perempuan dengan total penghuninya sebanyak 232 orang napi.

"Sedangkan untuk narapidana narkotika anak-anak tidak ada. Dengan banyaknya penghuni tersebut sangat diharapkan persediaan air bersih di rutan ini dapat tercukupi," harapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati OKU Johan Anuar di sela kegiatan pemberian remisi bagi WBP di rutan setempat kemarin menanggapi permintaan pihak rutan terkait air bersih tersebut dengan membuatkan sumur bor.

"Saya akan meminta Ketua DPRD OKU yang baru dilantik untuk memenuhi permintaan warga binaan agar diberikan atau dibuatkan sumur bor," ujarnya.

Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar