Dapur Qurban ACT targetkan 1000 peserta

id ACT Sulsel, Dapur Qurban,kurban,sulsel

Dapur Qurban ACT targetkan 1000 peserta

Kegiatan penyembelihan hewan qurban oleh ACT Sulsel di beberapa tempat di wilayah Sulsel. (ANTARA Foto/HO/Humas ACT Sulsel)

Makassar (ANTARA) - Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sulawesi Selatan bekerja sama Fakultas Teknik Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menargetkan 1000 peserta Dapur Qurban yang akan digelar pada 13 Agustus nanti.

Marcom ACT Sulsel, Mustafa Mathar di Makassar, Sabtu, menyampaikan 1000 peserta Dapur Qurban ini diperuntukkan bagi santri rumah tahfidz, anak panti asuhan, satuan pengaman (security) dan petugas kebersihan yang dilaksanakan di Kampus FTI UMI, Jalan Urip Sumihardjo Makassar.

Selain itu, ACT Sulsel juga menyebar undangan ke berbagai pemerintah dan pihak Civitas Akademi Kampus UMI, seperti Dekan FTI UMI, Kapolsek Panakkukang, Camat Panakkukang, Danramil, Lurah serta awak media.

"13 Agustus nanti, ada Dapur Qurban di FTI UMI. Makan bersama civitas kampus dan masyarakat prasejahtera di sekitar kampus sebagai wujud syukur kepada Allah," ucapnya.

Tagline Sharing Is Caring yang melekat pada FTI UMI sebagai gambaran visi-misi kampus yang sangat peduli soal hal kemanusiaan kini telah ditunjukkan melalui kolaborasi bersama ACT melaksanakan Dapur Qurban.

"Hadirnya Dapur Qurban sebagai wujud berkahnya makan bersama dan penyambung tali silaturrahim. Mungkin selama ini, kita belum mengenal lebih dekat tetangga kita," ungkap Mustafa.

Menurut Mustafa, kegiatan ini perdana digelar di Kota Makassar, duplikasi dari kegiatan yang sebelumnya diinisiasi oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bersama lurahnya.

FTI UMI menyalurkan enam sapi qurban kepada ACT untuk dikelola dan diproses pembagiannya. Sebanyak lima ekor disalurkan ke pelosok nusantara dan satu ekor lainnya dipotong untuk Program Dapur Qurban

"Daging qurban yang telah diolah selanjutnya akan disajikan dalam berbagai menu khas Makassar untuk disantap bersama," katanya.

"Bukan tidak mungkin di tengah melimpahnya daging qurban di perkotaan, ada saudara kita yang belum bisa menikmatinya," katanya.*
 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar