Artis Ayu Laksmi ingin generasi muda ditularkan sejarah

id Ayu laksmi,bumi manusia,film sejarah,sejarah indonesia,film perburuan,film bumi manusia,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palemba

Artis Ayu Laksmi ingin generasi muda ditularkan sejarah

Ayu Laksmi (ANTARA News/Maria Cicilia Galuh)

Surabaya (ANTARA) - Aktris Ayu Laksmi menilai generasi muda perlu mengenal sejarah Indonesia yang dapat ditularkan melalui media seperti film.

"Kalau saya lihat kebiasaan (atau) kultur di Indonesia, apapun bisa ditularkan. Makanya, perlu adanya gerakan bersama bukan cuma anak muda," kata Ayu saat berbincang dalam gala premier "Bumi Manusia" di Surabaya, Sabtu.

Melalui film seperti "Perburuan" dan "Bumi Manusia", menurut Ayu, masyarakat menjadi tahu bagaimana bangsa Indonesia bisa terbentuk dan perjuangan rakyat Indonesia untuk mendapat kemerdekaan.

"Kita semua bisa mengetahui soal histori bagaimana manusia Indonesia terdahulu, supaya belajar tentang bagaimana menjadi bangsa," kata pemeran tokoh "Ibu" dalam "Pengabdi Setan" itu.

Baca juga: Komunitas pecinta sejarah teliti meriam peninggalan zaman Jepang

Perempuan kelahiran Buleleng, Bali itu melanjutkan, "Makanya, penting mengajak anak muda supaya bisa (juga) mengajak yang lain. Seperti mengajak Iqbaal dalam film. Setidaknya, dia bisa mengajak para pengikutnya. (Mereka) tidak perlu suka, tapi tahu (sejarah)."

Medium film, lanjut Ayu, adalah salah satu media yang paling cepat dan tepat untuk memasukkan pesan khususnya tentang sejarah.

"Banyak hal yang bisa dicontoh dari film 'Perburuan'. Ya kita bisa ambil sedikit demi sedikit. Banyak hal sebenarnya (bisa dicontoh), bukan cuma tentang sejarah melainkan (juga) soal pembentukan karakter. Karena, (hal) yang membangun suatu bangsa itu karakternya," kata Ayu.

Baca juga: Islam dan sejarah bangsa Indonesia seiring sejalan
Baca juga: Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo di MRT catatan sejarah bagi bangsa Indonesia

Baca juga: Arab akan bangun Museum perjalanan dan sejarah Rasulullah di Indonesia
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar