Target pemasangan alat monitor pajak Pemkot Palembang meleset

id E-tax palembang, tapping box palembang, polemik pbb palembang, pajak restoran palembang, pad palembang, bppd palembang, target pemasangan e-tax

Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang, Sulaiman Amin, Rabu (7/8) (Antara News Sumsel/Aziz Munajar/19)

Palembang (ANTARA) - Target pemasangan alat monitor pajak atau e-tax di restoran dan rumah makan program Pemkot Palembang untuk Bulan Juli - Agustus meleset karena kurangnya ketersediaan alat. 

Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang  Sulaiman Amin, Rabu, mengatakan bahwa sampai awal Agustus 2019 pihaknya telah menargetkan pemasangan 600 unit alat e-tax, tetapi yang terpasang hingga saat ini baru 398 unit.

"Molornya target karena vendor  e-tax belum siap menyediakan alatnya, mudah-mudahan minggu depan 100-200 unit e-tax dari vendor datang, sehingga dapat dipasang usai Idul Adha," ujar Sulaiman Amin. 

Menurutnya pemasangan e-tax harus dikebut untuk mengurangi penggunaan tab manual di restoran, rumah makan atau tempat usaha dalam perhitungan pendapatan sehingga dapat diganti menggunakan sistem Transactional Manual Device (TMD).

TMD, kata dia, membuat pemungutan pajak usaha sebesar 10 persen lebih transparan kontribusinya seperti yang dimintakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ia juga menegaskan pengenaan pajak 10 persen tersebut diperuntukan restoran beromzet tinggi.

"Tidak ada UKM kecil yang dikenakan pajak itu sesuai perda 22 tahun 2018 tentang pajak daerah," jelasnya. 

Sebelumnya sebanyak 272 unit e-taxe-tax sudah terpasang pada 2018, namun hanya 192 unit yang aktif (online), sedangkan 80 unit lainnya tidak aktif (offline).

Dari 192 unit e-tax yang terpasang itu, kata dia, ternyata sebagiannya terpasang tidak tepat sasaran karena terdapat restoran yang dipasang e-tax omsetnya menurun setelah pemasangan alat tersebut. 

"E-tax yang tidak tepat sasaran akan kami relokasi ke restoran lainnya yang sudah masuk daftar," tambah Sulaiman. 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar