Bupati OKU Timur ajak masyarakat tanam palawija

id OKU Timur,palawija,pangan,jagung,musim kemarau,pertanian,holtikultura,sapi,tanaman

Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi menyambangi petani yang sedang membuka lahan untuk ditanami jagung di Martapura, Jumat (2/8/2019). (Antara News Sumsel/Joko Wiyanto/19)

Palembang (ANTARA) - Bupati Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan, HM Kholid Mawardi mengajak masyarakat untuk menanam palawija untuk terus memacu pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian yang menjadi andalan kabupatennya.

“Lahan sudah dipanen, jangan dibiarkan kosong karena dapat ditanami jagung. Ini sangat baik karena bisa menjadi tambahan pendapatan masyarakat,” kata Kholid di Palembang, Senin.

Ia mengatakan di tengah kondisi ekonomi yang tak menentu lantaran harga komoditas karet dan sawit yang tak kunjung terkerek naik sejak 2013, sepatutnya masyarakat mencari cara untuk tetap bertahan demi menjaga pemasukan ekonomi keluarga.

OKU Timur yang fokus pada empat sektor yakni pertanian, perternakan dan tanaman holtikultura seharusnya dapat lebih kuat dalam menghadapi situasi ekonomi berupa penurunan daya beli masyarakat.

Produk-produk yang dihasilkan lebih tahan “banting” karena diserap di dalam negeri sendiri atau tidak diekspor seperti beras, ikan patin, sapi dan buah-buahan.

Hanya saja, meski sudah menjadi setra produksi beras di Sumsel setelah Banyuasin, bukan berarti berpuas diri karena masyarakat tetap harus didukung untuk berinovasi agar kesejahteraan terus meningkat.

“Sejak awal visi saya, ingin membangun Banyuasin dengan keunggulan pangan yang dimiliki,” kata dia.

Wujud nyatanya, saat memasuki musim kemarau ini, pemkab mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan konsong untuk menanam jagun dan sejumlah tanaman lain yang bernilai ekonomi.

Ini dapat dilakukan pada sawah tadah hujan yang hanya dipanen sekali dalam setahun. Saat musim kemarau, biasanya sawah tadah hujan ini akan menjai hamparan kosong tak termanfaatkan.

“Ayo kita sulap dengan menanam tanaman palawija, seperti jagung dan sayur-sayuran yang masa panennya berkisar 3 bulan,” kata mantan penyuluh pertanian ini.

OKU Timur terus berupaya mengembangkan sektor pangannya demi menyejahterahkan warganya. Sejauh ini, kabupaten pemekaran Ogan Komering Ulu ini sudah berhasil memproduksi beras organik, memiliki stok sekitar 14.000 ekor sapi, mengirimkan ikan patin hasil budidaya ke Lampung, dan memproduksi tanaman holtikultura  jambu kristal cempaka yang sudah menembus pasar modern. (adv)



 
Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar