BNPB jelaskan gelombang tinggi beda dengan tsunami

id Bnpb, gelombang tinggi, tsunami, gempa banten, pemanasan global

Ilustrasi - Plh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/hp.

Jakarta (ANTARA) - Pelaksana Harian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Agus Wibowo menyebut perlunya masyarakat memahami perbedaan antara gelombang tinggi dengan tsunami.

Dalam konferensi pers di Kantor BNPB di Jakarta, Sabtu, Agus menyebut gelombang tinggi merupakan ancaman global yang disebabkan oleh perubahan cuaca dan pemanasan global.

“Ini fenomena global di seluruh dunia, ada pemanasan global sehingga muka air laut naik, termasuk gelombang,” katanya.

Menurut dia kekuatan gelombang tinggi dan gelombang tsunami pun berbeda. Dia menganalogikan gelombang tinggi sebagai mobil truk, sementara gelombang tsunami adalah kereta dengan 12 gerbong.

Agus menyebut, satu bangunan ditabarak oleh mobil truk bisa hancur bisa juga tidak, namun akan beda hasilnya jika ditabrak oleh kereta 12 gerbong.

“Tsunami seperti rombongan panjang kereta dan datangnya bisa berkali-kali. Kekuatan dan panjangnya berbeda,” ucap dia.

Adapun upaya untuk menghindari gelombang tinggi yang paling efektif adalah membangun tembok tinggi sebagai pemecah gelombang.

Namun diakui Agus butuh biaya yang mahal untuk membuat tembok tersebut sehingga yang paling memungkinkan adalah dengan memindahkan masyarakat dari lokasi tersebut.

“Ini banyak kota-kota di dunia terancam gelombang tinggi. Sama kasusnya,” ucap dia.
 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar