Bupati Musi Banyuasin targetkan alokasi dana desa Rp250 miliar 2020

id dana desa,apbd,apbn,infrastruktur,angka kemiskinan

Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex. (Humas Pemkab Muba)

Palembang (ANTARA) - Bupati Musi Banyuasin, Sumatera Selatan Dodi Reza Alex menargetkan alokasi dana desa Rp250 miliar pada 2020 untuk mempercepat pembangunan dan mengentaskan kemiskinan di daerah tersebut.

“Dengan besaran dana desa tersebut, bisa saja nantinya satu desa dapat Rp2 miliar dari pemerintah pusat,” kata Dodi di Palembang, Selasa.

Menurut dia, dengan anggaran tiap desa Rp2 miliar tersebut maka tingkat kesejahteraan warga di pedesaan dapat meningkat.

Baca juga: Musi Banyuasin mulai operasikan rumah singgah bantu keluarga miskin

Dana desa tersebut dapat digunakan untuk menggerakkan potensi ekonomi desa, mulai dari sektor unggulan pertanian, perkebunan, hingga pariwisata.

Selain itu, dapat juga digunakan untuk bedah rumah, membantu penyandang disabilitas hingga dana pendukung pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Namun, ia tak menyangkal bahwa ini juga bukan hal mudah karena para kepala desa harus memahami tata kelola keuangan mulai dari perencanaan hingga implementasi.

“Jika uangnya sudah Rp2 miliar, tentu tidak bisa mengelola seperti pembukuan warung. Tapi tidak perlu khawatir, karena ada pendampingan dari lembaga yang sudah ditunjuk pemerintah,” kata dia.

Baca juga: Musi Banyuasin fokus bangun industri sawit

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin mengklaim berhasil menurunkan angka kemiskinan dalam 10 tahun terakhir dari 33 persen saat mulai otonomi daerah di 2004 menjadi 16,75 persen pada 2019.

Berdasarkan data Bappeda Musi Banyuasin diketahui dari 2007 sampai dengan 2018, atau dalam kurun 11 tahun, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dapat menurunkan angka kemiskinan sebesar lebih kurang 17 persen.

Baca juga: Pemkab Musi Banyuasin tertarik kembangkan pengelolaan gula sawit

Berdasarkan survei ekonomi nasional per Maret 2018 di Kabupaten Muba terjadi penurunan angka kemiskinan dibandingkan 2017 yakni 16,75 persen, atau turun sebesar 0,23 persen, menjadi 16,52 persen dengan total jumlah penduduk miskin 105.149 jiwa.

Terjadinya kemiskinan ini tidak lepas juga dengan kondisi anjloknya harga di sektor perkebunan karet dan sawit yang terjadi saat ini. Saat harga jatuh, maka secara otomatis akan menurunkan daya beli masyarakat, sementara seperti diketahui 51,63 persen kepala rumah tangga di Muba bekerja di sektor perkebunan.

“Saat ini Muba sedang gencar-gencarnya membangun infrastruktur jalan untuk memperlancar jalur distribusi sehingga dapat memangkas biaya produksi perkebunan sawit dan karet. Harapannya angka kemiskinan bisa turun,” kata dia.

Baca juga: Petenis junior Musi Banyuasin berjaya di Turnamen MedcoEnergi
Baca juga: 649 pasangan ikuti isbat nikah di Musi Banyuasin



 
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar