Bulog Sumsel-Babel pastikan persediaan beras cukup untuk 10 bulan

id Bulog divre II sumsel-babel, bulog sumsel, kebutuhan beras sumsel cukup, beras sumsel cukup untuk 10 bulan, beras sumsel,berita sumsel, berita palemba

(Depan ke belakang) Ketua Komisi IV DPR RI Edi Prabowo, Direktur SDM & Umum Bulog RI, Bagya Mulyanto (putih), dan Kepala Bulog Divre II Sumsel-Babel, Ali Ahmad Naji Amsari, saat meninjau persediaan beras di Gudang BBG Palembang, Senin (29/7) (Antara News Sumsel/Aziz Munajar/19)

Palembang (ANTARA) - Persediaan beras di Gudang Bulog Divisi Regional II Sumatera Selatan - Bangka Belitung cukup untuk 10 bulan ke depan dan tetap aman meski musim kemarau sedang berjalan.

Kepala Perum Bulog Divre II Sumsel-Babel, Ali Ahmad Naji Amsari, Senin, mengatakan bahwa persediaan beras saat ini mencapai 65.000 ton yang tersebar di gudang-gudang Bulog di Sumsel.

"Musim kemarau tidak akan mengganggu persediaan beras di Sumsel Bangka sebab serapan beras selama semester I 2019 sudah 60 persen, sisanya akan diserap dalam waktu dekat," ujar Ali saat menerima kunjungan Komisi IV DPR RI ke gudang Bulog BBG Palembang.

Menurutnya, Bulog masih akan menyerap beras sebanyak 30.000 ton lagi dari Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Ogan Komering Ulu, sehingga ia optimistis target serapan 72.000 ton beras pada 2019 bisa tercapai.

Dengan ketersediaan yang stabil, maka harga beras di pasaran juga ikut stabil, kata dia, bahkan ia menyebut harga beras di Sumsel pada 2019 lebih rendah dari 2018 yakni dari kisaran Rp13.000 per kilogram menjadi Rp10.000 per kilogram ditingkat pembeli.

Murahnya harga beras ikut di dorong operasi pasar Bulog sejak awal 2019 bersama Dinas perdagangan Sumsel dan Kota Palembang, di mana beras-beras yang disalurkan juga berkualitas.

"Kebutuhan beras Bulog juga sudah siap jika sewaktu-waktu terjadi bencana," tambah Ali.

Ketua Komisi IV DPR RI Edi Prabowo, mengatakan bahwa serapan beras Bulog Sumsel dan kualitas berasnya sudah meningkat, ia meminta Bulog Divre II Sumsel-Babel terus fokus menyeimbangkan kebutuhan pangan untuk kebutuhan lokal.

"Tadi saya sudah cek kualitas berasnya bagus sekali, tingkat perpecahan berasnya di bawah 20 persen sesuai standar ketetapan nasional, stoknya juga banyak jadi masyarakat tidak perlu khawatir," jelas Edi.

Kunjungannya tersebut, kata Edi, juga untuk memberi dukungan kepada Bulog sebagai operator yang mengontrol komoditas primer di Indonesia dalam memaksimalkan perananya.
 
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar