Pertarungan Pilkada OKU Timur, petahana dibayangi mantan kades

id Pilkada, polkada oku timur, lkpi, survei peyahana disaingi mantan kadrs

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Publik Independen (LKPI) Arianto ketika memaparkan hasil survei menakar potensi menang calon pilkada di tujuh kabupaten Sumsel. (Antaranews.Sumsel/Yudi Abdullah/19)

Palembang (ANTARA) - Pertarungan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan mulai marak, lima bakal calon berpeluang memenangkan pertarungan itu.

Pertarungan Pilkada OKU Timur pada September tahun depan cukup sengit, petahana HM Kholid Mawardi (bupati) dan Fery Antoni (wakil bupati) dibayangi mantan Kepala Desa Kurungan Nyawa, Faisal Habibur, kata Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Publik Independen (LKPI) Arianto, di Palembang, Senin.

Berdasarkan hasil survei LKPI yang dilakukan pada 1-10 Juli 2019 melibatkan 820 responden (82 desa/kelurahan) dengan marjin of error lebih kurang 3,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen, munculnya nama mantan Kades Kurungan Nyawa itu membuat kejutan dalam kancah pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten OKU Timur September 2020.

Selain mantan kades, ada beberapa nama bakal calon lainnya yang berpotensi menang untuk bertarung memperebutkan kursi nomor satu di kabupaten lumbung beras itu masih terbuka lebar mengingat waktu pelaksanaan pilkada masih lama satu tahun lebih.

"Temuan survei ada lima nama yang berpotensi besar untuk memenangkan Pillkada di OKU Timur, petahana, mantan kades, sejumlah anggota legislatif kabupaten setempat dan provinsi," ujar Arianto.

Nama-nama bakal calon yang berpeluang menang dalam pilkada itu yakni HM Kholid Mawardi (bupati), Fery Antoni (wabup), Beni Defitson dan Nilawati (anggota DPRD OKU Timur), Hj. Meilinda (anggota DPRD Provinsi Sumsel).

Temuan survei, popularitas Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi sudah mencapai 93 persen sementara tingkat kesukaan (akseptabilitas) 71 persen, Wakil Bupati Fery Antoni popularitasnya 87 persen dan akseptabilitas 93 persen, kemudian anggota DPRD Sumsel Meilinda popularitas 56 persen serta akseptabilitasnya 100 persen.

Kemudian Beni Defitson popularitas 43 persen dan akseptabilitas 90 persen, Nilawati popularitas 39 persen dan akseptabilitas 75 persen, Faisal Habibur dengan popularitas 35 persen dengan akseptabilitas 91 persen

Tingginya popularitas HM Kholid Mawardi dan Fery Antoni menurut lembaga yang tergabung dalam Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (PERSEPI) ini bukanlah merupakan hal yang istimewa karena mereka sedang menjabat.

Kedua bakal calon petahana yang rencananya berhadapan/tidak berpasangan lagi dalam pilkada 2020 itu membuka peluang besar calon baru untuk memenangkan perebutan kursi orang nomor satu di kabupaten tersebut, ujar mantan koordinator area Lembaga Survei Indonesia (LSI) itu.

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar