Jembatan penghubung Sumsel-Babel masuki tahapan prastudi kelayakan

id jembatan,apbn,jembatan sumsel-babel

Bupati Ogan Komering Ilir Iskandar (dua dari kanan) berfoto dengan Menteri PUPR Basuki Harimuljono (tiga dari kanan) seusai rapat paparan infrastruktur di Jakarta, (Kamis,18/7). (ist)

Kayuagung (ANTARA) - Rencana pembangunan jembatan penghubung antardua provinsi yakni Sumatera Selatan dan Bangka Belitung memasuki tahapan prastudi kelayakan sesuai arahan dari Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Basuki Hadi Moeljono.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten OKI Hafidz di Kayuagung, Jumat, mengatakan, arahan itu diberikan Basuki pada rapat paparan pembangunan infrastruktur di Jakarta, Kamis (18/7).

“Saat diajukan usulan ini, Menteri langsung setuju dan memerintahkan dibuatkan studi kelayakan,” kata dia.

Sebelumnya, rencana pembangunan jembatan penghubung ini sempat menjadi perhatian karena lokasi jembatan akan membentang dari Desa Permis, Kapaten Bangka Selatan pada sisi Provinsi Bangka Belitung, dan Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir pada sisi Sumsel.

Namun, belakangan lokasi tersebut dikabarkan akan bergeser ke Tanjung Tapa, Kecamatan Air Sugihan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berdasarkan hasil studi awal (pra kajian) Tim Kementerian PUPR Provinsi Bangka Belitung.

Dalam kajian tersebut, terdapat tiga alternatif yang dapat dikembangkan, baik dari sisi pulau Bangka maupun sisi pulau Sumatera.

Lokasi pertama di Tanjung Punai, yang berada di antara Kecamatan Muntok untuk sisi Kepulauan Bangka dan Desa Kundi ke Juru Taro, Banyuasin, di sisi pulau Sumatera, dengan panjang jembatan sekitar 22,6 kilometer.

Lokasi kedua di Tanjung Pura di Kabupaten Bangka Tengah untuk sisi Kepulauan Bangka, di Sungai Batang untuk sisi Pulau Sumatera, dengan rencana panjang jembatan 23,1 km.

Sedangkan lokasi ketiga berada di Desa Sebagin, Kabupaten Bangka Selatan untuk sisi Kepulauan Banga dan di Tanjung Tapa, Air Sugihan Ogan Komering Ilir (OKI) untuk sisi Pulau Sumatera dengan panjang jembatan yang lebih pendek yakni 15,2 km.

”Jika dilihat kajian awal, sepertinya Tanjung Tapa yang lebih potensial karena jarak tempuhnya lebih pendek,” kata dia.

Adanya studi kelayakan ini menjadi dasar Menteri PUPR untuk menyetujui pembangunan jembatan tersebut menggunakan dana APBN.

“Proyek ini potensial untuk dibiayai melalui APBN mari bikin fisibility yang kuat agar kami bisa putuskan ini dibangun. Banyak daerah lain yang juga minta dibangunkan jembatan, misalnya Batam. Saya dukung penuh, fisibility study-nya harus baik dan kuat. Nanti mulai desain. Bila perlu 13 km lewat laut. Kalau APBD kurang mendingan ditangani APBN,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Sebelumnya, Gubernur Sumsel sudah bersurat ke Presiden mengenai usulan agar dibangun jembatan penghubung tersebut.


 
Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar