BEI ungkap investor pasar modal Sumatera Selatan meningkat pesat

id bursa efek,bei,saham,obligasi,reksadana,finansial,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palembang, antara hari ini, palembang hari in

Karyawan beraktivitas di dekat grafik pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.

Palembang (ANTARA) - Investor pasar modal yang menggunakan identitas diri asal Sumatera Selatan meningkat empat kali lipat pada semester I 2019 karena masyarakat setempat semakin mengenal berbagai produk surat berharga seperti saham, obligasi dan reksadana.

Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia Palembang Hari Mulyono di Palembang, Kamis, mengatakan terjadi pertumbuhan Sub Rekening Efek (SRE) dan Single Investor Identity (SID) yang cukup pesat dalam periode Januari-Juni 2019, yakni SRE tumbuh menjadi 1.604, dan Single Investor Identity (SID) di angka 1.389.

“Jika ditotalkan hingga Juni 2019 lalu, untuk SRE berada pada angka 20.267 dan untuk SID yaitu pada jumlah 17.074. Ini sesuatu yang menggembirakan karena produk pasar modal sudah menjadi pilihan masyarakat untuk berinvestasi,” kata dia.

Ia mengatakan meningkatnya minat masyarakat Sumsel ini dipengaruhi gencarnya edukasi yang dilakukan pemerintah dan instansi terkait.

Selain ini, disadari bahwa anak-anak milenial saat ini jauh lebih mudah mengakses informasi terkait pasar modal.

“Mereka bisa mencari-cari sendiri informasi, dan akhirnya tertarik menjadi investor,” kata dia.

Peningkatan minat ini terbilang sangat baik, karena secara tidak langsung menghindarkan mereka bergabung dengan lembaga investasi “bodong”, kata dia.

Selain itu berinvestasi di pasar modal merupakan salah satu strategi jitu bagi masyarakat untuk mengatasi inflasi kenaikan harga barang yang cenderung tidak dapat terkejar jika hanya menyimpan uang di bank dalam kaitan mengharapkan bunga.

"Setiap orang sudah seharusnya berinvestasi karena di masa datang dipastikan akan berhadapan dengan penurunan pendapatan seperti pensiun, dan inflasi harga barang dan jasa. Jika sebelumnya dengan uang Rp100 juta bisa membeli mobil baru, saat ini sudah tidak bisa lagi," kata dia.

Bila dibandingkan, jumlah SRE hanya 67 pada Juni 2018, sementara pada Juni 2019 sudah 271 SRE, sedangkan pada periode yang sama juga tumbuh signifikan yakni 60 SID menjadi 220 SID, dengan jumlah SID dengan SRE aktif tertinggi berada di Palembang berjumlah 11.879.
 
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar