Sumsel turunkan angka stunting

id gubernur,Tubuh pendek, stuting, kurang gizi, asupan gizi anak, penurunan angka stuting, herman deru

Gubernur Sumsel Herman Deru (ANTARA Foto/Ujang Idrus)

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan berupaya menurunkan angka Stunting  (tubuh pendek) di provinsi itu dengan memaksimalkan fasilitas dan perbaikan gizi bagi bayi.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru di Palembang, Selasa mengatakan pihaknya tidak menginginkan anak di daerah itu kurang gizi apalagi tubuh tidak normal atau stunting.

Untuk mengatasi stunting itu memang tidak terlepas dari dukungan semua pihak terutama peran serta keluarga dan organisisasi kewanitaan.

Apalagi permasalahan stunting diakibatkan antara lain kurang asupan gizi termasuk bayi saat dalam kandungan.

Sehubungan dengan itu pihaknya mendukung sepenuhnya rapat konsultasi Tim Penggerak PKK Sumsel antara lain membahas program kerja dalam meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.

Gubernur minta peserta rapat konsultasi untuk meningkatkan kapasitas sehingga kesejahteraan dan kesehatan keluarga akan semakin baik.

Organisasi PKK harus fleksibel bekerja sama dengan Organisasi Perangkat Daerah manapun termasuk dalam hal pembiayaan. Gubernur berkomitmen mendukung anggaran yang proporsional pada instansi terkait PKK.

"Apalagi semua Organisasi Perangkat Daerah punya kaitan dengan fungsi PKK. Jadi jangan khawatir soal pendanaan," jelasnya.

Memang, lanjut gubernur, untuk menggerakkan program PKK saat ini pihaknya telah memberikan bantuan ke setiap desa untuk Posyandu dan Karang Taruna masing-masing Rp5 juta.

Dana tersebut dapat digunakan antara lain untuk penambahan gizi balita di Posyandu yang ada serta kebutuhan lainnya.

Meski terbilang cukup kecil namun itu diharapkannya menjadi stimulan dan memotivasi agar di lapangan mereka merasa diperhatikan.

"Yang jelas, kami terus berupaya menekan anak lahir dengan kondisi kurang normal dan itu harus didukung bersama," katanya menambahkan.

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar