Reskrim Polresta Palembang gelar pra rekonstruksi meninggalnya siswa saat MOS

id Polresta palembang gelar rekonstruksi, polresta palembang, siswa meninggal saat mos, mos memakan korban,Membubung suara binatang kecil itu dengan linc

Ilustrasi - Ratusan siswa baru tahun ajaran 2019/2020 dalam kegiatan pra-masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). (ANTARA News/Nirkomala)

Palembang (ANTARA) - Anggota Satuan Reserse Kriminal Umum Polresta Palembang, Sumatera Selatan melakukan pra rekonstruksi kasus meninggalnya siswa SMA Taruna Delwyn Berli (14) saat menjalani Masa Orientasi Sekolah (MOS), Sabtu (13/7).

Kegiatan pra rekonstruksi kasus meninggalnya siswa saat MOS, dipimpin Kasat Reskrimum Polresta
Palembang Kompol Yon Edi Winara, di Palembang, Minggu.

Anggota Satreskrimum Polresta Palembang menggelar 10 adegan pra rekonstruksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) mulai dari korban bersama teman-teman peserta MOS berjalan kaki dari pesantren daerah Talang Jambi ke SMA Taruna Palembang, dan saat korban terjatuh dalam perjalanan tersebut.

Kasat Reskrimum Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan pihaknya berupaya mengusut tuntas kasus siswa meninggal saat mengikuti MOS.

Dengan pra rekonstruksi diharapkan dapat menjadi dasar penyidik memproses pengaduan dari keluarga korban dan mengungkap penyebab meninggalnya siswa SMA Taruna Palembang itu, kata Kompol Yon.

Sebelumnya Aswin paman korban Delwin di RS Bhayangkara Polda Sumsel, mengatakan keponakannya meninggal dunia diduga dianiaya kakak kelas dan tidak kuat mengikuti kegiatan Masa Orientasi Sekolah (MOS) pada sekolah yang menerapkan disiplin semi militer itu.

Keponakannya dikabarkan meninggal dunia setelah mengikuti kegiatan MOS dimulai Jumat (12/7) malam hingga Sabtu (13/7) dini hari.

Kabar duka tersebut sangat mengejutkan pihak keluarganya, karena selama ini kondisi kesehatan keponakannya itu cukup baik.

Melihat kondisi kematian tidak wajar tersebut, kasus meninggalnya Delwyn dilaporkan ke pihak Polresta Palembang, Sabtu (13/7) untuk diungkap penyebabnya dan meminta pertanggungjawaban pihak sekolah, kata paman korban.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar