Stasiun Karantina Ikan Palembang beri pelatihan ikan sehat

id ikan,konsumsi,laut,sungai ,makanan,hewani

Stasiun Karantina Ikan Palembang beri pelatihan ikan sehat

Kegiatan pelatihan mengenali ikan sehat dan bermutu oleh petugas dari Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Palembang di Kambang Iwak Park, Palembang, Sumsel, Minggu (14/7/2019). (FOTO ANTARA/ist)

Palembang (ANTARA) - Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Palembang, Sumatera Selatan, menggelar kegiatan pelatihan singkat mengenai pengenalan ikan sehat dan bermutu di kawasan Kambang Iwak Park, Palembang, Minggu, yang merupakan rangkaian akitivitas peringatan Bulan Bakti Karantina Ikan dan Mutu Hasil Perikanan 2019.

Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Palembang, Sugeng Prayogo mengatakan dalam kegiatan ini, masyarakat diberikan pemahaman mengenai ikan yang sehat dan bermutu, serta bebas bahan berbahaya.

“Kami mengedukasi masyarakat untuk menggunakan plastik yang sekali pakai, demi amannya ikan yang akan dikonsumsi. Ada juga pengenalan ikan-ikan berbahaya bagi ekosistem jika dilepaskan ke perairan umum,” kata dia.

Ia mengatakan masyarakat diingatkan untuk andil dalam penyelamatan lingkungan, salah satunya dengan mengurangi penggunaan plastik.

Dikemukakannyan bahwa sampah plastik sudah demikian masif merusak Laut, di mana di dalamnya terdapat beranekaragam hayati dan hewani.

Indonesia, kata dia, menjadi perhatian dunia karena menjadi penyumbang nomor dua untuk sampah plastik ke laut berdasarkan hasil riset Dr Jenna Jambeck tahun 2015.

Bahaya polusi plastik, katanya, sudah sangat memrihatinkan karena seringkali ditemukan satwa laut yang tidak sengaja memakan plastik, seperti kejadian ditemukannya 5,9 kg plastik di perut ikan paus di Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Upaya Indonesia untuk mengendalikan sampah plastik, katanya, sebenarnya sudah dimulai secara serentak pada tahun 2016, ketika uji coba pelaksanaan kantong plastik tidak gratis di gerai ritel modern di 27 kota besar.

Hal tersebut diikuti dengan peraturan-peraturan untuk melarang penggunaan kantong plastik di beberapa daerah, seperti Banjarmasin, Balikpapan, Bogor, Denpasar, Provinsi Bali, dan masih banyak lagi.

“Jika tidak dikendalikan, bisa jadi akan banyak ikan yang punah di masa datang,” kata Sugeng Prayogo.

Pada kesempatan tersebut, masyarakat juga dibagikan ikan cupang dalam rangka pencegahan penyakit Demam Berdarah mengingat saat ini memasuki musim panca roba.
 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar