Spanduk tolak keberadaan pengungsi muncul dekat penampungan pengungsi

id Pengungsi unhcr,Pencari suaka,Kebon sirih,Relokasi,Jakarta,Dprd,Unhcr,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palembang, antara hari in

Spanduk penolakan terpasang di depan penampungan pengungsi di Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu (13/7) (Prisca Triferna/Antara)

Jakarta (ANTARA) - Spanduk bertuliskan penolakan terhadap  keberadaan pengungsi muncul di sekitar daerah tempat penampungan di gedung eks kodim di Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu.

"Malam kayaknya spanduk itu dipasang, saya kemarin pulang jam sepuluh malam belum ada itu. Sepertinya, warga kompleks sini yang pasang," ungkap Mirah, pedagang yang berjualan di depan tempat penampungan itu.

Gedung eks kodim itu memang berada di dekat kompleks Perumahan Daan Mogot Baru yang ramai penduduk.

Mirah mengaku sebagai pedagang kaki lima dia tidak merasakan dampak langsung dengan kedatangan pengungsi

"Kalau takut memang rasanya takut karena kan orang asing, tapi sejauh ini mereka sih tidak mengganggu," ujar Mirah.

Lain lagi reaksi Iis, penjaja soto yang sudah berjualan di depan gedung eks kodim selama sepuluh tahun.

"Saya kesalnya mereka suka tidur sembarangan, bahkan di jalan. Kan itu mengganggu sekali," katanya.

Menurut Iis, dia sudah biasa melihat pengungsi karena mereka berkemah di Kalideres, tepatnya di dekat Rumah Detensi Imigrasi Kalideres.

"Sudah biasa lihat mereka, dulu mereka bikin tenda di pinggir jalan. Tidak sukanya karena bikin kotor trotoar," ujarnya.

Menurut data terakhir dari Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) terdapat sekitar 1.155 orang pengungsi yang terdaftar di lokasi tersebut.

Para pengungsi tersebut direlokasi dari daerah Kebon Sirih, Jakarta Pusat, setelah beberapa pekan tidur di trotoar jalan.


 
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar