Wakil Rektor: Empat program studi diperkirakan tinggi peminat di Unsri

id unsri,sbmptn,universitas,perguruan tinggi,mahasiswa,seleksi masuk perguruan tinggi

Wakil Rektor I Unsri Zainuddin Nawawi (kanan) didampingi Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Unsri Zulkifli Dahlan di Palembang, Selasa (9/7), memberikan keterangan pers terkait pengumuman SBMPTN. (Antara News Sumsel/Dolly Rosana/19)

Palembang (ANTARA) - Sebanyak empat program studi strata satu diperkirakan akan tinggi peminatnya pada 2019 seiring dengan kemajuan zaman dan kebutuhan dunia kerja saat ini, kata Wakil Rektor I Universitas Sriwijaya Zainuddin Nawawi.

 Zainuddin di Palembang, Selasa, mengatakan program studi itu yakni dua dari Fakultas Ekonomi yakni manajemen dan akuntansi, kemudian Fakultas Kedokteran dan Ilmu Komunikasi.

“Manajemen, ekonomi dan kedokteran itu sudah tinggi peminatnya sejak lama di Unsri. Ya, karena memang dibutuhkan di dunia kerja. Tapi kini ada yang baru yakni Ilmu komunikasi,” katanya.

Profesor bidang ketenagaan listrik ini mengatakan ilmu komunikasi ini diminati karena perkembangan zaman saat ini karena hal-hal terkait komunikasi menjadi tren.

Seperti halnya, saat "booming"-nya ilmu telekomunikasi di pertengahan tahun 1995-2000 yang turut melambungkan Teknik Elektro, dan saat naiknya harga batubara pada awal 2010 yang turut melambungkan Teknik Pertambangan.

Saat ini, adanya teknologi telepon seluler disadari telah mengubah cara seseorang berkomunikasi sehingga, keilmuan terkait ini menjadi menarik minat banyak orang. Bahkan, beberapa kalangan memperkirakan bahwa tenaga ahli di bidang komunikasi akan semakin dibutuhkan di masa datang.

Baca juga: Unsri dapat kuota 985 orang mahasiswa bidik misi

Tingginya minat itu, menurutnya, yang mendorong Universitas Sriwijaya untuk membuka jurusan S1 komunikasi sejak dua tahun lalu.

“Selama ini, peminat terpaksa berkuliah di luar Sumsel, tapi karena Unsri sudah punya jadi banyak yang berminat untuk kuliah di sini saja,” kata dia.

Selain empat program studi ini, Zainuddin juga menyoroti mengenai program studi S1 untuk Pendidikan Jasmani dan Kesehatan yang peminatnya mencapai ribuan orang sementara kuota hanya 40 kursi.

Menurutnya, program ini tinggi peminatnya karena tidak banyak perguruan tinggi di Indonesia yang memilikinya.

“Ini banyak yang tidak tahu, dipikir mudah jadi pilih Penjaskes, ternyata harus bersaing dengan ribuan orang,” kata dia.

Pada 2019 ini, Unsri menerima sebanyak 6.700 mahasiswa melalui tiga jalur resmi yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang mengambil 30 persen kuota, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri dengan kuota 50 persen, dan Ujian Saringan Masuk yang mengambil 20 persen kuota.

Baca juga: 168.742 peserta lulus seleksi SBMPTN 2019
Baca juga: 2.291mahasiswa baru dari SBMPTN di terima UI
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar