Mahasiswa Unimed bangun laboratorium sederhana untuk SD

id berita sumut, berita sumut hari ini, berita sumut terkini, berita medan hari ini,mahasiswa unimed buat laboratorium sede

Mahasiswa Unimed bangun laboratorium sederhana untuk SD

Sekolah Dasar Ar-Rasyid, Desa Suka Maju, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara belajar di laboratorium sederhana yang diberi nama "Mini Fun Science Laboratory". (ANTARA/Istimewa)

Medan (ANTARA) - Mahasiswa Universitas Negeri Medan membuat laboratorium sederhana untuk Sekolah Dasar yang diberi nama "Mini Fun Science Laboratory" di SD Ar-Rasyid, Desa Suka Maju, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara.

Ketua Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M) Universitas Negeri Medan (Unimed) Ashade Citra Nasution di Medan, Selasa, mengatakan "Mini Fun Science Laboratory" merupakan laboratorium yang berisikan kegiatan-kegiatan praktikum sains sederhana yang menyenangkan untuk anak Sekolah Dasar (SD) .

Kegiatan praktikum, kata dia, mampu meningkatkan kemampuan kognitif dan psikomotorik anak.

Anak-anak diajak untuk bermain sambil belajar dan menemukan konsep ilmiah atau sains yang dekat kehidupan sehari-hari.

Ia menyebutkan dengan melakukan percobaan atau praktikum, akan semakin meningkatkan semangat belajar dan keaktifan anak-anak dalam proses pembelajaran.

Selain itu, anak-anak akan menjadi lebih kreatif dan tumbuh rasa ingin tahunya.

"Jika anak aktif, kreatif, dan punya rasa ingin tahu yang tinggi, hal itu dapat meningkatkan prestasinya yang baik di sekolah maupun di luar sekolah," ucap dia.

Ashade menjelaskan pendidikan menjadi salah satu aspek terpenting dalam pembangunan bangsa.Maju atau mundurnya suatu bangsa ditentukan oleh sistem pendidikannya.

Guna menghasilkan sistem pendidikan yang baik, pemerintah terus mengembangkan kurikulum pendidikan.Saat ini pemerintah menerapkan Kurikulum 2013 yang menitikberatkan pembangunan pada siswa.

"Siswa dibimbing untuk menjadi lebih proaktif dalam proses pembelajaran agar siswa menemukan sendiri pengetahuannya dan pembelajaran akan lebih bermakna bagi diri siswa," katanya.

Sejalan diterapkan Kurikulum 2013, kata dia, diperlukan fasilitas dan sarana prasarana pembelajaran yang aktif serta kreatif.

Namun, katanya, ternyata tidak semua sekolah mampu menerapkan Kurikulum 2013 karena kurangnya fasilitas dan sarana prasarana pembelajaran, khususnya bagi sekolah-sekolah di desa.

"Sekolah-sekolah di desa terkadang keberadaannya terlupakan sehingga kurang mendapatkan perhatian oleh pemerintah," katanya.

Mahasiswa Unimed yang tergabung dalam Tim PKM-M dengan ketua Ashade Citra Nasution (Pendidikan Matematika) dan beranggotakan Cici Widya (Pendidikan Matematika), M. Rizki Cahyadi (Pendidikan Matematika), Indah Nurjanah ( Pendidikan Guru Sekolah Dasar), Endang Wifda Munjiah Gea (Pendidikan Matematika) dan dosen pembimbing Ade Andriani,SPd,MPd.
 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar