Kenaikkan harga cabai dan daging ayam ras picu inflasi

id inflasi,bps,pertumbuhan ekonomi,ekonomi,deflasi

Kepala BPS Sumsel Endang Triwahyuningsih (paling kanan) (Antara News Sumsel/Dolly Rosana/19)

Palembang (ANTARA) - Kenaikan harga cabai merah dan daging ayam ras memicu inflasi di Sumatera Sealtan sebesar 0,55 persen pada Juni 2019.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel Endang Tri Wahyuningsih di Palembang, Senin, mengatakan kelompok bahan makanan tersebut masih menjadi faktor dominan dalam pembentukan inflasi di Sumsel.

“Tarif angkutan udara yang sempat menjadi kontributor utama inflasi Sumsel sudah turun, tetapi cabai merah, daging ayam ras masih mempengaruhi inflasi,” kata dia.

Endang menjelaskan komoditas itu terpantau menyumbang inflasi di dua kota, yakni Kota Palembang dan Kota Lubuk Linggau.

Ia merinci bahkan cabai merah di Kota Palembang merupakan komoditas tertinggi yang memberi andil inflasi, yakni sebesar 0,28 persen. Kemudian disusul kenaikan harga emas perhiasan, daging ayam ras dan ketimun.

“Di Palembang ada 111 komoditas dari total 386 komoditas yang mengalami kenaikan harga sementara 45 komoditas kami catat mengalami penurunan harga,” katanya.

Sementara itu untuk Kota Lubuk Linggau, kata dia, cabai merah juga menjadi komoditas tertinggi untuk andil inflasi sebesar 0,24 persen, disusul tomat sayur, ketimun, angkutan antarkota dan daging ayam ras.

Terdapat 252 komoditas mengalami kenaikan harga di Lubuk Linggau, yang mana 72 komoditas mengalami kenaikan harga dan sisanya sebanyak 20 komoditas turun harga.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar