Harga karet di tingkat petani Mukomuko, Bengkulu turun Rp400/Kg

id karet,harga karet turun,karet mukomuko,petani karet,kebun karet,sadap karet

Dokumen - Petani menyadap karet di Banyuasin, Sumatera Selatan, Selasa (8/1/2019). ANTARA News Sumsel/Nova Wahyudi)

Mukomuko (ANTARA) - Harga jual getah karet bersih milik petani di Kecamatan Air Rami, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, sejak beberapa hari terakhir turun senilai Rp400 menjadi RpRp8.300 per kilogram.

“Baru lima hari ini harga getah karet bersih di wilayah ini sebesar Rp8.300 per kilogram. Sebelumnya harganya sebesar Rp8.700 per kilogram,” kata Novran, warga petani kebun karet di Kecamatan Air Rami di Mukomuko, Bengkulu, Sabtu.



Novran yang memiliki kebun karet seluas lebih dari satu hektare di wilayah Kecamatan Air Rami ini mengatakan harga jual getah karet bersih petani setempat sebesar Rp8.700 per kilogram bertahan selama sebulan.



Kemudian, katanya, harga getah karet bersih milik petani setempat yang dijual kepada pedagang pengumpul getah karet atau tauke di wilayah ini yang sebelumnya beransur naik harganya kembali turun.



Ia menyatakan penurunan harga getah karet bersih di tingkat pedagang pengumpul di wilayah ini otomatis mengurangi pendapatan petani setempat baik untuk kebutuhan hidup sehari-hari dan untuk membeli pupuk.



Petani di wilayah ini biasanya memupuk tanaman karet minimal sebanyak satu kali dalam enam bulan, guna menyuburkan batang karet, selain itu diharapkan dapat menambah jumlah produksi getah karet.



Novrana mengatakan pemberian pupuk juga bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya penurunan produksi getah karet pada saat musim tanaman karet gugur daun hingga mencapai 50 persen.



“Biasanya saat musim tanaman karet gugur daun, produksi getah karet bisa turun drastis hingga mencapai 50 persen. Tetapi dengan pemberian pupuk secara rutin sehingga penurunannya tidak mencapai sebesar itu,” ujarnya.



Ia berharap harga getah karet petani di wilayah itu naik lagi agar pendapatan petani menjadi meningkat, dan petani setempat juga bisa lebih sering memupuk untuk  menyuburkan tanaman karet.



Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar