Pembangunan irigasi Ampang Tulak Sumbar akhirnya dilanjutkan

id pembangunan irigasi,Irigasi Ampang Tulak,pertanian pesisir selatan,hendrajoni

Ilustrasi, proyek pembangunan irigasi (Foto dok.Antarabengkulu.com)

Painan (ANTARA) - Pembangunan irigasi Ampang Tulak, Nagari (Desa) Ampang Tulak, Kecamatan Basa IV Balai Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat , yang sempat terhenti pada 1996, bakal dilanjutkan tahun ini dengan menelan anggaran Rp28 miliar.

"Pembangunan irigasi Ampang Tulak telah mangkrak sejak 1996 karena tidak ada sokongan anggaran untuk membangunnya, kata Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni di Painan, Kamis.

Menurutnya jika irigasi Ampang Tulak berfungsi dengan baik maka areal persawahan seluas 2.132 hektare di kecamatan setempat akan terairi secara maksimal.

Selain itu juga akan berdampak ke areal persawahan lain di kecamatan tetangga seperti Pancung Soal yang memiliki luas tanam 3.619 hektare dan Lunang 5.687 hektare.

"Mudah-mudahan dengan tersedianya air yang memadai petani bisa turun ke sawah sepanjang tahun tanpa mesti menunggu masuknya musim penghujan," kata dia.

Dengan begitu ia berharap petani benar-benar bisa menggantungkan ekonomi keluarga dari hasil bertani, baik dari hasil menanam padi ataupun tanaman lain seperti jagung, semangka dan lainnya.

Pesisir Selatan merupakan salah daerah yang menjadi lumbung padi Sumatera Barat dengan luas areal persawahan mencapai 23 ribu hektare dengan produksi rata-rata per tahun lebih kurang 310.000 ton.

Ia mengemukakan dirinya telah menjalin komunikasi dengan pejabat pusat terkait pembangunan irigasi dan mereka menyetujui untuk memulainya tahun ini

Kendati demikian, sebut dia tidak mudah untuk meyakinkan pejabat pusat perihal pembangunan irigasi karena perlu penyajian data dan informasi yang tepat.

"Menjemput anggaran sebesar itu ke pusat tidak semudah membalik telapak tangan namun berkat kegigihan dan doa seluruh masyarakat Pesisir Selatan tugas kami selesai dengan maksimal," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar