District 12 "Hunger Games" jadi desa tempat syuting bersejarah di AS

id hunger games,katniss everdeen,film hunger games

Desa The Mill lokasi syuting "The Hunger Games" (AP)

Jakarta (ANTARA) - Desa The Henry River Mill di North Carolina yang menjadi lokasi syuting District 12 film "The Huger Games", sejak bulan lalu masuk ke dalam daftar tempat bersejarah di Amerika Serikat.

Status itu diupayakan oleh Calvin Reyes, sang pemilik baru dari properti seluas 29 hektare itu yang membeli area tersebut pada 2017.

Pengambilan gambar di North Carolina sebagai District 12, rumah bagi tokoh Katniss, Peeta dan Gale, dilakukan 2011.

Sebenarnya, desa tersebut memiliki sejarah panjang yang dimulai pada 1905 saat Henry River Manufacturing Co. mendirikan pabrik di Hildebran, sebelah barat North Carolina, sekitar 112 km timur Asheville.

Pabrik, yang ditutup tahun 1970 dan mengalami kebakaran pada 1977, sekarang menjadi toko dua lantai dan sekitar 20 rumah kayu para pekerja tekstil.

Disebutkan bahwa desa itu adalah "situs yang ditinggalkan yang tampak seperti kota hantu" dalam dua dekade setelah pabrik terbakar, dengan 14 rumah runtuh dan rumah pondokan yang hancur.

Terlepas dari kerusakan yang ada, desa itu "adalah kumpulan perumahan pabrik yang tidak berubah di pedesaan terencana yang terkait dengan industri tekstil penting Carolina Utara di awal abad kedua puluh," kata formulir yang menominasikan desa itu sebagai tempat bersejarah.

Reyes dan keluarganya sedang mencari properti agar dapat membangun rumah untuk keluarga besarnya ketika mereka menemukan The Mill.

Pintu depan bangunan batu bata yang dulunya adalah toko perusahaan dan berfungsi sebagai Mellark Bakery dalam film itu ditutup dengan sepotong kayu lapis, kata Reyes.

Namun, mereka bertiga terpesona. Mereka berkeliling properti suatu sore dan memilikinya di bawah kontrak pada hari berikutnya, dengan membayar 360.000 dolar. Harga itu termasuk murah mengingat pemilik sebelumnya pernah meminta 1,4 juta dolar. Pemilik itu, Wade Shepherd, meninggal pada 2015, dua tahun sebelum desa itu dijual.

"Kami tahu sejak awal bahwa kami ingin menyelamatkan rumah-rumah ini," kata Reyes.

"Kami bukan pelestari atau pengembang. Tetapi desa itu berbicara kepada kami, dan itu adalah sesuatu yang ingin kami lakukan," katanya seperti dilaporkan Time, yang dikutip pada Sabtu.


 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar