Bank sampah Baturaja "mati suri"

id bank sampah,bank sampah baturaja,sampah,limbah sampah,tpa sampah,lsm jejak,mati suri,bank sampah mati suri

Bank Sampah Baturaja OKU tidak difungsikan lagi karena terkendala biaya operasional (ANTARA News Sumsel/Edo Purmana/19)

....Hampir seluruh dana operasional dari Jejak Indonesia, sedangkan PT Semen Baturaja hanya membantu sewa gudang sebanyak tujuh unit, itupun masa kontraknya hampir habis....
Baturaja, Sumsel (ANTARA) - Bank Sampah Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan yang digagas oleh Lembaga Lingkungan Hidup Jejak Indonesia wilayah setempat "mati suri" atau tidak beroperasi lagi karena terkendala biaya operasional.

Pendiri Lembaga Lingkungan Hidup Jejak Indonesia Ogan Komering Ulu Hendra Setyawan di Baturaja, Kamis, mengatakan bahwa sejak diresmikan oleh Bupati Ogan Komering Ulu, Kuryana Azis pada 2016 dan dibantu PT Semen Baturaja sebagai pembinanya, BSB yang berlokasi di Pasar Induk Batu Kuning ini hanya beroperasi selama enam bulan karena pihaknya terkendala biaya operasional sehingga tidak difungsikan lagi.

"Hampir seluruh dana operasional dari Jejak Indonesia, sedangkan PT Semen Baturaja hanya bantuan sewa gudang sebanyak tujuh unit, itupun masa kontraknya hampir habis," ujarnya.

Dia mengemukakan sebelumnya pihaknya pernah mengajukan bantuan kendaraan angkutan sampah kepada pemerintah daerah setempat, namun hingga saat ini belum terealisasi.

Mnimnya angkutan untuk mengambil sampah menjadi kendala yang menyebabkan bank sampah tersebut mati suri mengingat biaya sewa kendaraan tidak seimbang dengan nilai jual sampah.

"Biaya sewa kendaraan pengangkut sampah amat mahal tidak sebanding dengan nilai jual sampah," tegasnya.

Oleh sebab itu, lanjut dia BSB hingga saat ini sudah tidak beroperasi lagi dalam mengakomodir semua jenis sampah dari masyarakat setempat seperti sampah plastik dan lainnya untuk didaur ulang menjadi nilai ekonomi.

"Apalagi tujuh unit gudang yang disewa di los milik PD Pasar,  sewanya berakhir tahun ini dan tidak disambung lagi kontraknya karena tidak ada biaya," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar