Akademisi: Padi gogo alternatif musim tanam ketiga

id padi gogo,akademisi,Fakultas Pertanian,menanam palawija

Pagi gogo varietas baru yang disebut inpago. (bbadi.litbang.pertanian.go.id)

Purwokerto (ANTARA) - Akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Asna Mustofa mengatakan padi gogo bisa menjadi alternatif bagi petani yang ingin menanam padi pada musim tanam ketiga.

"Padi gogo bisa saja ditanam pada musim tanam ketiga atau musim kering, dengan catatan hanya pada daerah tertentu yang masih terdapat hujan," katanya di Purwokerto, Senin.

Asna Mustofa yang merupakan dosen Fakultas Pertanian Unsoed tersebut menjelaskan, meskipun tidak memerlukan air yang melimpah namun padi gogo tetap membutuhkan air.

"Padi gogo tetap membutuhkan air meskipun kebutuhan airnya tidak sebesar padi biasa, karenanya padi gogo bisa di tanam di wilayah tertentu yang masih terdapat hujan atau bukan wilayah yang kekeringan dan kriris air," katanya.

Dia menambahkan, bagi wilayah yang sudah sangat jarang mengalami hujan maka pada musim tanam ketiga petani disarankan untuk menanam palawija.

"Banyak tanaman yang bisa menjadi alternatif. Biasanya sangat tergantung lokasi dan tergantung ketersediaan air, kalau masih ada air bisa tanam jagung, kalau sama sekali tidak ada air biasanya kacang hijau," katanya.

Kendati demikian, dia kembali mengingatkan agar selama musim kemarau petani harus disiplin dalam mengambil air.

"Petani harus disiplin dalam mengambil air dan penting untuk mengambil pada pintu-pintu yang sudah ditentukan," katanya.

Selain itu, kata dia, petani juga harus hemat dalam penggunaan air agar ada pemerataan dalam pembagian air.

Sementara itu, dosen Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Agus Suyanto menambahkan menanam padi gogo akan menguntungkan bagi petani karena masih bisa panen pada musim tanam ketiga sekaligus bisa menjamin ketersediaan pangan.

"Biasanya kan pada musim tanam ketiga pasokan dari petani berkurang," katanya.

Varietas padi gogo, kata dia, sangat sesuai ditanam pada lahan tadah hujan saat musim tanam ketiga, karena padi gogo juga tahan terhadap penyakit tanaman dan hama wereng.

"Meskipun nantinya hasilnya tidak sebanyak musim hujan, namun tetap memberikan keuntungan bagi petani dan dapat memberikan pendapatan pada musim tanam tersebut," katanya.

Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar