Kata pelatih, timnas Indonesia masih perlu meningkatkan kualitas

id timnas indonesia,simon mcmenemy,alberto goncalves,indonesia versus vanuatu

Pesepak bola timnas Indonesia melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang timnas Vanuatu pada pertandingan persahabatan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (15/6/2019). Timnas Indonesia menang dengan skor 6-0. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/pras. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Jakarta (ANTARA) - Pelatih tim nasional Indonesia Simon McMenemy mengatakan, skuatnya masih perlu meningkatkan kualitas sebagai respon terbaik menyusul kemenangan telak 6-0 atas Vanuatu dalam laga persahabatan FIFA di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu.

"Tim harus meningkatkan kecepatan baik dalam mengoper maupun mengambil keputusan dalam pertandingan seperti kapan harus menekan lawan juga lainnya," ujar Simon usai pertandingan.

Menurut pelatih asal Skotlandia itu, penting bagi skuat Garuda untuk selalu meningkatkan kemampuan karena dalam waktu sekira dua bulan lagi atau pada September 2019 mereka harus menjalani Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Simon McMenemy ingin meraih hasil maksimal dalam kualifikasi yang juga ditujukan untuk kualifikasi Piala Asia 2023 tersebut.

Namun, dia menyadari bahwa untuk mendapatkan prestasi terbaik, timnas Indonesia tidak bisa sendiri. Mereka harus mendapatkan dukungan maksimal dari semua pihak termasuk dari klub dan tentunya para suporter.

"Kami butuh bantuan saat bertanding. Apalagi di kualifikasi Piala Dunia nanti timnas akan berhadapan dengan tim-tim besar. Hal itu penting untuk kemajuan sepak bola Indonesia," tutur Simon.



Khusus untuk klub, Simon McMenemy meminta agar tidak ada yang menahan pemain ketika dipanggil tim nasional.

"Mungkin ada yang keberatan, tetapi kami membutuhan pemain untuk timnas Indonesia terutama saat menghadapi lawan-lawan yang kuat," kata dia.

Kemenangan 6-0 atas Vanuatu jadi hasil positif kedua dalam tiga laga persahabatan setelah mengalahkan Myanmar 2-0 dan dikalahkan 1-4 oleh Yordania.
 

Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar