Emiten sektor tambang targetkan produksi batu bara tumbuh 30 persen

id Golden eagle energy,Tambang batubara

Jajaran direksi PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) saat jumpa pers pemaparan publik tahunan di Jakarta, Kamis (23/5/2019). (Istimewa)

Jakarta (ANTARA) - Emiten sektor tambang PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) menargetkan volume penjualan dan produksi batu bara pada tahun ini masing-masing tumbuh 30 persen dibandingkan realisasi pada 2018.

"Salah satu upaya untuk mengejar target 30 persen tersebut, kami akan menggenjot tambang di Sumatera Selatan," kata Direktur Utama SMMT Roza Permana Putra dalam pemaparan publik tahunan di Jakarta, Kamis.

Total volume penjualan batubara SMMT pada tahun lalu mencapai 1,4 juta ton. Sedangkan, total volume produksi yang dihasilkan 1,5 juta ton. Untuk mencapai target tumbuh 30 persen, volume penjualan dan produksi batu bara masing-masing harus mencapai sekitar 1,8 juta ton dan 1,9 juta ton.

"Selama periode Januari-Maret 2019 saja, produksi batubara SMMT sudah mencapai 446 ribu ton, naik 45 persen dari kuartal pertama tahun lalu. Diharapkan peningkatan produksi terus berlanjut," ujar Roza.

Untuk volume produksi pada kuartal pertama SMMT tahun ini mencapai 411 ribu ton, naik 17 persen dari 351 ribu ton kuartal pertama tahun lalu.

Sepanjang tahun lalu, perusahaan berhasil membukukan pendapatan dari penjualan batubara sebesar Rp190 miliar, meningkat 230 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp57 miliar.

Pencapaian tersebut membuat laba bersih SMMT naik menjadi Rp85 miliar, lebih dari dua kali lipat tahun sebelumnya sebesar Rp40 miliar.

Kenaikan pendapatan penjualan tersebut terutama berasal dari peningkatan volume produksi tambang di Sumatera Selatan sebesar 234 persen, sejalan dengan peningkatan kualitas jalan serta armada angkut.

Corporate Secretary Golden Eagle Energy Chrismasari Dewi Sudono menambahkan
pihaknya sudah mempersiapkan dana untuk belanja modal (capital expenditure/capex) untuk menopang peningkatan produksi batubara.

"Capex 50 miliar untuk mengoptimalkan sarana logistik dan infrastruktur yang sudah ada," ujarnya.

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar