RSUD Solok Selatan kehabisan stok darah

id Stok Darah,RSUD Solok Selatan,Kekurangan Darah,Donor Darah

Ilustrasi. Warga mendonorkan darahnya di dalam bus Palang Merah Indonesia (PMI) di Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (15/5/2019) malam. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)

Padang Aro (ANTARA) - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Solok Selatan, Sumatera Barat, Ila Gusmawati, mengatakan kekosongan stok darah di rumah sakit itu diperkirakan berlangsung hingga lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah.

"Pelaksanaan donor darah akan dilaksanakan usai lebaran hasil kerja sama dengan PT Supreme Energy dan PT KSI. Sedangkan selama Ramadhan tidak ada jadwal donor," katanya, di Padang Aro, Rabu.

Dia mengatakan, apabila ada masyarakat yang membutuhkan darah saat ini mereka harus mencari sendiri donor penggantinya sebab di kulkas penyimpanan sudah kosong.

Hal ini merupakan permasalahan berkelanjutan karena masyarakat di Solok Selatan masih takut untuk menjadi pendonor.

Sebagai contoh, kata dia, saat melakukan donor di sekolah tidak ada yang mau dan mereka takut jadi pendonor padahal kalau dilakukan secara rutin baik bagi kesehatan.

Dia menambahkan, untuk kulkas penyimpanan sudah ada dua unit tetapi darah yang akan disimpan itu yang selalu kurang bahkan tidak ada.

Sedangkan untuk pendonor rutin di Solok Selatan saat ini tercatat sebanyak 50 orang.

Sekretaris PMI Solok Selatan Oriza berharap masyarakat mau mendonorkan darahnya dan tidak perlu takut untuk menjadi pendonor.

"Kami berharap masyarakat Solok Selatan bisa menjadi pendonor rutin karena selain baik bagi kesehatan juga bermanfaat bagi orang lain yang membutuhkan," ujarnya.

Salah seorang pengguna media sosial harus mengumumkan di akun miliknya untuk mencari pendonor bagi anaknya yang membutuhkan.

Salah seorang pengguna media sosial atas nama Deka Yon Martos Martos menulis ia memohon pada warganet untuk sumbangan darah golongan O bagi anaknya yang di rawat di RSUD Muaralabuh.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar