Ketersediaan pangan di Banyuasin dipantau jelang Lebaran

id stok pangan,beras,sembako,lebaran,pasar,harga

Warga berbelanja barang kebutuhan pada pasar murah Ramadhan yang diselenggarakan Pemerintah provinsi Sumsel bersama Bulog dinas terkait, dan swasta di halaman Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sumsel Palembang, Senin (4/6). (ANTARA News Sumsel/Feny Selly/ang/18)

Banyuasin (ANTARA) - Ketersediaan pangan di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, dipantau oleh pejabat pemerintahan setempat secara reguler untuk memastikan tidak terjadi kelangkaan selama Ramadhan hingga menjelang Lebaran.

Kepala Dinas Koperasi Perdagangan UKM Banyuasin Lukman,  mengatakan ketersediaan sembilan bahan pokok (sembako) menjadi perhatian utama pemerintah karena jika sampai ada kelangkaan maka dipastikan akan menimbulkan gejolak harga.

"Harga menjelang Lebaran biasanya naik. Terkadang situasi ini dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab untuk menimbun, agar bisa mengambil keuntungan lebih," kata Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Banyuasin Lukman sesuai memantau di Pasar Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, Rabu.

Kebutuhan pokok yang dipantau itu yakni beras, gula, telur, minya goreng, bumbu-bumbuan, ayam potong, dan daging sapi.

Menurutnya, sejauh ini semua kebutuhan pokok masyarakat tersebut tersedia dalam jumlah yang memadai di pasar-pasar tradisional.

Meski demikian, ia tidak menyangkal bahwa nantinya bakal ada kenaikan harga atas kebutuhan pokok tersebut karena adanya lonjakan permintaan menjelang Lebaran.

"Itulah kami meminta warga untuk belaja bijak saja, beli sesuai kebutuhan. Ini menyangkut psikologis pasar, jika pasar ramai maka secara otomatis harga akan dinaikkan pedagang," kata dia.

Bukan hanya persoalan stok pangan yang menjadi perhatian, Pemkab Banyuasin juga memperhatikan kelayakan dan keamanan pangan, terutama produk-produk makanan yang kerap dicampur dengan bahan berbahaya bagi kesehatan.

"Seperti tahu dan mie, ini kami periksa apakah ada formalinnya. Pedagang diingatkan untuk tidak menjual makanan yang sudah dicampur formalin," kata dia.

Ia juga meminta keaktifan masyarakat, jika mendapati makanan yang diduga mengandung pengawet berbahaya bagi kesehatan hendaknya melapor ke pemerintah kabupaten.

 

 

 

Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar