Semak belukar ganggu pengendara di Jalan lintas tengah Sumatera

id jalinteng,jalinteng muratara,semak belukar,jalan ditumbuhi semak,semak ganggu pengendara,jalinteng sumatera

Rambu lalu lintas tertutupi semak belukar yang tumbuh di sisi kiri dan kanan jalan lintas tengah Sumatera di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, Senin (20/5) (ANTARA News Sumsel/Rahmat Aizullah/I016/19))

....Lebih bahaya lagi itu yang berada di pertikungan jalan, karena pandangan pengendara terhalang oleh semak belukar itu....
Muratara, Sumsel (ANTARA) - Para pengemudi kendaraan di Jalan lintas tengah Sumatera di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan terganggu akibat tumbuhan dan semak belukar  membumbung tinggi dan menjulur memakan bahu jalan.

"Biasanya ada petugas yang memotong rumput itu kalau sudah tinggi, tapi sekarang belum terlihat petugasnya," ujar warga yang tinggal di pinggir jalan lintas Sumatera, Ahmad di Musi Rawas Utara (Muratara), Senin.

Menurutnya, semak belukar yang menjalar ke ruas jalan tersebut hampir di sepanjang jalan lintas, mulai dari awal masuk wilayah Kabupaten Muratara hingga perbatasan wilayah Provinsi Jambi.

Kondisi seperti itu tentu dapat membahayakan pengguna jalan yang melintas, apalagi jalur tersebut merupakan lintasan para pengendara antar lintas kabupaten/kota, provinsi, hingga antar pulau.
Kondisi jalan lintas tengah Sumatera yang terhimpit semak belukar di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, Senin (20/5/2019) (ANTARA News Sumsel/Rahmat Aizullah/I016/19)


Ahmad mengatakan saat ini semak belukar yang tumbuh di sisi kiri dan kanan jalan lintas tersebut sudah menjulur memakan bahu jalan dengan ketinggian mencapai tiga meter lebih.

"Lebih bahaya lagi itu yang berada di pertikungan jalan, karena pandangan pengendara terhalang oleh semak belukar itu," katanya.

Menurut warga lainnya, Lukman secara terpisah mengatakan kondisi jalan yang terhimpit semak belukar tersebut kerap memicu kecelakaan lalu lintas, bahkan sering terjadi tabrakan.

"Tabrakan di jalan lintas ini biasanya selain karena faktor kelalaian pengendara, juga terkadang disebabkan kondisi jalan yang bersemak belukar seperti ini," ujarnya.

Apalagi lanjut dia, banyak rambu-rambu lalu lintas yang "menghilang" karena tertutup semak belukar, sehingga pengendara tidak mengetahui kondisi jalan di hadapannya.

"Misalkan ada pertigaan tempat keluar masuk perkampungan warga, kemudian tikungan, jalan berliku, itu semua kalau tidak diberi tahu rambu-rambu lalu lintas bisa bahaya," katanya.

Ia berharap pihak berwenang segera memotong semak belukar tersebut agar tidak membahayakan pengendara yang melintas, terlebih lagi menjelang arus mudik lebaran Idul Fitri tahun 2019 ini.



 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar