Kantor Bupati Musi Rawas nyaris ludes dilalap "sijago merah"

id kantor bupati mura terbakar,pemkab mura terbakar,ruang wakil bupati mura,pemkab musi rawas,kebakaran

Kandisi ruangan Wakil Bupati Musi Rawas porak poranda usai terbakar, Minggu (19/5) (ANTARA News Sumsel/Jamin/ist)

Musi Rawas, Sumsel (ANTARA) - Kantor Bupati Musi Rawas, Sumatera Selatan, yang beralamat  nyaris ludes dialap "sijago merah", karena api sudah membakar sebagian besar ruang kerja wakil bupati, Minggu (19/5) dini hari sekitar pukul 01.45 WIB.

"Memang benar kejadian itu, namun api baru membakar ruang kerja wakil bupati, " kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP-Damkar) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Syamsul Joko Karyono di Musi Rawas, Minggu.

Ia mengatakan api membakar ruang kerja wakil bupati tersebut pertama kali diketahui oleh petugas keamanan yang berjaga di kantor bupati dan langsung melaporkanya ke pemadam kebakaran.

Mendapat informasi tersebut personel Damkar Mura yang letaknya tak berjauhan dengan Kantor Bupati turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemadaman. Sekitar 10 menit api dapat dipadamkan, sehingga tidak sempat merambat ke bagian lainnya.

Dia mengungkapkan, untuk sementara api diduga berasal dari korsleting arus pendek listrik bagian TV dan kabel sambungan CCTV. Namun untuk memastikannya, kejadian tersebut saat ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian Polres Mura.

"Dugaan sementara mengarah ke sambungan kabel, sebab posisi kebakaran tepat berada di bagian kabel. Akibat kejadian tersebut, ada beberapa fasilitas yang ikut terbakar, seperti TV dan juga lemari serta kaca yang pecah," ujar dia.

Sementara itu, Wabup Mura, Hj Suwarti ketika dikonfirmasi via telepon mengakui adanya kejadian tersebut. Bahkan dirinya juga sudah turun langsung meninjaunya.

Kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta, karena beberapa fasilitas ikut terbakar seperti plafon, kaca yang pecah dan CCTV sekaligus monitor TV dan meja.

Sedangkan dokumen atau surat-surat penting berharga lainnya tidak ada yang terbakar,  ungkap dia singkat.



 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar