Gubernur Sumsel minta masyarakat waspada memasuki musim kemarau

id kemarau,waspada,sumsel,kebakaran hutan dan lahan,musim kemarau

Ilustrasi - Petani menunjukkan tanaman padinya berumur sekitar 60 hari yang gagal tumbuh di Sidomulyo, Sawahan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Jumat (12/10). Akibat kesulitan mendapatkan air irigasi pada musim kemarau,. Antara Jatim/Siswowidodo/mas/18.

Palembang (ANTARA) - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru minta seluruh lapisan masyarakat agar mewaspadai kebakaran termasuk hutan dan lahan memasuki musim kemarau sekarang ini.

"Saya minta masyarakat Sumatera Selatan mewaspadai dampak musim kemarau yang kini tengah melanda sejumlah daerah di Tanah Air," kata gubernur di Palembang, Kamis.

Apalagi berdasarkan informasi dari BMKG di bulan Ramadhan ini Sumsel telah memasuki musim kemarau.

Gubernur mengatakan, perilaku masyarakat yang tidak teratur dan terkesan mengabaikan hal-hal yang kecil dan dianggap sepele justru kerap kali memicu terjadinya bencana kebakaran, seperti membuang puntung rokok secara sembarangan bisa berakibat fatal..

"Saya minta berhati-hati saat membuang puntung rokok. Buang pada tempatnya dan pastikan apinya sudah mati, karena dari perbuatan kecil seperti ini bisa menyebabkan kebakaran baik semak belukar maupun pemukiman warga," ujarnya.

Sebelumnya Kepala BPBD Sumsel Iriansyah mengatakan, dalam mengantisipasi musim kemarau dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan pihaknya telah melaksanakan rapat koordinasi.

Rapat koordinasi sendiri antara lain membahas kesiapan setiap instansi terkait dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Selain itu pihaknya melakukan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat supaya warga berhati - hati akan dampak musim kemarau yang bisa berakibat kebakaran hutan dan lahan termasuk perkampungan penduduk.


 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar